Pertandingan ini merupakan laga malam perdana PSIM di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul musim ini, sekaligus berlangsung dalam suasana Ramadan.
Kick-off pukul 20.30 membuat kedua tim harus melakukan penyesuaian, khususnya bagi pemain yang menjalankan ibadah puasa.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mengatakan, persiapan tim pada dasarnya tidak mengalami perubahan signifikan. Namun bermain pada malam hari menjadi pengalaman baru bagi timnya.
"Persiapan pada dasarnya sama. Namun ini pertama kalinya kami bermain pada malam hari dengan lampu stadion menyala. Ini akan menjadi pengalaman baru dan menarik bagi kami," ujar Van Gastel dalam konferensi pers jelang pertandingan, Minggu (22/2/2026).
Ia mengakui faktor Ramadan menjadi perhatian khusus dalam penyusunan program latihan dan persiapan laga. "Karena Ramadan, kick-off menjadi lebih malam. Saya sudah berbicara dengan staf lokal yang punya pengalaman soal Ramadan untuk menentukan apa yang terbaik dilakukan," jelasnya.
Sejak awal Ramadan, PSIM turut menggeser jadwal latihan dari pagi ke sore hari agar pemain lebih mudah beradaptasi.
"Sejak Ramadan dimulai, kami berlatih pada sore hari, bukan pagi hari. Kami juga sedikit menyesuaikan program pada hari pertandingan agar pemain yang berpuasa bisa berbuka dengan baik," tambahnya.
Di kubu lawan, Bali United datang dengan tekad mengakhiri tren tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Pelatih Bali United Johnny Jansen menegaskan, situasi itu tidak memengaruhi persiapan timnya.
"Hal yang paling penting adalah kami ingin menang. Persiapan kami berjalan baik dan kami datang dengan satu tujuan, meraih kemenangan," tegas pelatih klub berjuluk Serdadu Tridatu ini.
Ia menyebut tim pelatih telah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk diskusi dengan pemain dan analisis video pertandingan sebelumnya.
"Hal utama yang kami bicarakan adalah apa yang bisa kami ubah untuk mendapat poin dan apa yang harus kami lakukan lebih baik. Kami menunjukkan video kepada para pemain, diskusi dengan mereka, lalu menyusun solusi dan rencana," ujarnya.
Selain itu, Jansen juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah dalam tim. Baginya sangat penting untuk berbicara dengan para pemain dan memberi mereka ruang untuk menyampaikan pendapat.
"Kami menyusun rencana bersama. Tetapi sebagai pelatih kepala, pada akhirnya saya yang mengambil keputusan," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun