RADAR JOGJA - Penantian Everton merubah atmosfer Hill Dickinson Stadium menjadi seangker Goodison Park dulu terus berlanjut karena kembali melakukan kesalahan di kandang baru dengan kekalahan 2-1 dari Bournemouth.
Penalti Iliman Ndiaye di babak pertama membuat para penggemar membayangkan peluang tak terduga untuk lolos ke kompetisi Eropa karena kemenangan akan mengangkat ke posisi keenam Premier League/ Liga Inggris.
Namun, dua kegagalan dari Thierno Barry (dari jarak enam yard) terbukti mahal karena hancur dalam delapan menit babak kedua, kebobolan dua kali dan Jake O'Brien diusir keluar lapangan.
Sundulan tanpa perlawanan dari pemain yang didatangkan pada Januari seharga £25 juta, Rayan, yang menebus kesalahannya karena kebobolan penalti dengan gol kedua dalam dua pertandingan berturut-turut, dan Amine Adli pasti membuat manajer Toffees, David Moyes, marah.
Everton hanya mencatatkan satu kemenangan di kandang sejak awal November dan kini telah kalah lebih banyak pertandingan (lima) daripada menang (empat) di tepi Sungai Mersey, performa yang akan membuat peluang untuk lolos ke kompetisi Eropa menjadi kecil.
Jadi, alih-alih bisa berbangga atas kekalahan rival Merseyside, Liverpool, the Toffees kembali waspada dengan Bournemouth, Newcastle, Sunderland, dan Fulham yang semuanya berada dalam jangkauan.
Editor : Satria Putra Sejati