JOGJA - Nermin Haljeta menjadi salah satu sosok paling konsisten di skuad PSIM Jogja pada kompetisi BRI Super League 2025/2026. Dari 16 pertandingan yang telah dijalani Laskar Mataram, penyerang asal Slovenia itu menjadi satu-satunya pemain yang selalu dimainkan oleh Pelatih Jean Paul van Gastel tanpa sekalipun digantikan.
Haljeta benar-benar menjadi tumpuan utama di lini depan. Pemain kelahiran 7 Juni 1997 itu menempati posisi ujung tombak dalam skema permainan Van Gastel, sekaligus menjadi bagian penting dalam fase menyerang maupun bertahan.
Sejauh ini, striker dengan postur 195 sentimeter itu telah mencatatkan empat gol dan tiga assist. Meski raihan golnya belum mencolok, kontribusinya dinilai sangat krusial bagi keseimbangan permainan tim.
Tak hanya soal produktivitas, Nermin juga dikenal memiliki etos kerja tinggi dalam membantu tim saat bertahan. Data kebugaran yang pernah dirilis tim pelatih PSIM menunjukkan nilai VO2max miliknya berada di jajaran lima besar skuad, bahkan menempati urutan ketiga.
Catatan itu menunjukkan tingkat daya tahan fisik dan determinasi yang tinggi sepanjang pertandingan. Namun demikian, Nermin menyebut apa yang ia lakukan di lapangan bukanlah sesuatu yang istimewa, melainkan bagian dari profesionalisme.
"Saya merasa tidak ada yang khusus atau spesialis. Karena ini adalah tanggung jawab dan pekerjaan saya. Saya melakukannya dan mencoba untuk selalu memberi yang terbaik di setiap pertandingan, setiap latihan, dan setiap kesempatan yang ada," ujarnya Selasa (6/1).
Ia menegaskan, seluruh pemain PSIM memang mendapat instruksi yang jelas dari pelatih untuk aktif membantu tim saat bertahan dari serangan lawan. "Ada instruksi untuk semua pemain agar turut membantu tim saat bertahan. Jadi kami mencoba ikut instruksinya dan melakukan yang terbaik. Kami mencoba berkembang di setiap pertandingan dan setiap latihan," katanya.
Menurutnya secara pribadi, striker yang ikut membantu tim bertahan merupakan hal yang wajar dalam era sepak bola modern. "Ketika seorang striker atau pemain depan turut serta membantu tim saat bertahan itu hal yang normal. Setiap pemain perlu tahu apa yang harus dia lakukan," tegasnya.
Menariknya, Nermin mengaku tidak membebani diri dengan target gol pribadi musim ini. Ia hanya ingin membantu tim meraih kemenangan sebanyak mungkin. "Saya sendiri tidak memasang target berapa banyak gol. Saya hanya ingin menang sebanyak mungkin untuk PSIM. Itulah targetnya," ucapnya.
Terkait program latihan PSIM di bawah asuhan Van Gastel, Nermin mengakui intensitasnya tinggi namun memberikan dampak positif. "Pola dan intensitas latihan di PSIM terkadang berat. Memang harus seperti itu. Latihannya sangat bagus dan kami mencoba memberikan yang terbaik. Pelatih mencoba meningkatkan kemampuan kami di setiap aspek permainan, setiap latihan, dan setiap pertandingan," tambahnya. (iza/laz)