Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cegah Dualisme dan Genjot Profesionalitas, Askab PSSI Sleman Kuatkan Legalitas Klub Amatir

Rizky Wahyu Arya Hutama • Sabtu, 15 November 2025 | 23:50 WIB

Anggota Askab PSSI Sleman saat mengikuti Workshop Kompetisi Tahun 2025/2026 di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman pada Sabtu (15/11). 
Anggota Askab PSSI Sleman saat mengikuti Workshop Kompetisi Tahun 2025/2026 di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman pada Sabtu (15/11). 
 

SLEMAN - Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Sleman menggelar Workshop Kompetisi Tahun 2025/2026 di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh klub anggota Askab PSSI Sleman.

Tujuannya untuk mengevaluasi berbagai permasalahan dalam masa jabatan kepengurusan hingga penghujung tahun 2025.

Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Sleman Wahyudi Kurniawan menjelaskan, workshop ini memang dilakukan dengan tujuan untuk mereview capaian selama dua periode kepemimpinannya.

Selain itu, kegiatan ini juga diselenggarakan untuk menyiapkan fondasi bagi pengurus selanjutnya.

"Ini di penghujung periode kami sama kawan-kawan setelah hampir dua periode menakhodai Askab PSSI Sleman. Sengaja kami di sini bersama-sama dengan kawan-kawan ini mereview apa yang sudah kami lakukan," lontarnya disela kegiatan.

Dari hasil evaluasi yang telah dipleno sebelumnya, lanjut Wahyudi ada beberapa poin utama yang akan dibahas dalam workshop kali ini.

Sebab menurutnya beberapa poin itu menjadi titik konsentrasi untuk penguatan ekosistem sepak bola yang ada di Sleman.

Poin krusial yang paling ditekankan adalah tentang legalitas klub-klub amatir.

Bagi Wahyudi, penguatan legalitas menjadi prioritas utama untuk menjamin keberlanjutan organisasi dan mencegah potensi konflik internal.

Sebab masalah legalitas itu menurutnya adalah kekuatan hukum dari klub-klub yang ada di lingkungan Kabupaten Sleman.

Itu juga menjadi salah satu tonggak supaya organisasi bisa terus berjalan dengan baik.

Langkah tersebut juga penting, terutama jika klub amatir mulai menghasilkan profit di masa depan.

Sehingga saat ini, Wahyudi ingin mendorong klub-klub yang masih berdiri secara gotong royong.

Sebab saat ini kondisi tersebut bisa berubah drastis ketika sepak bola telah menjadi industri bisnis.

"Ketika nanti sepak bola di Sleman ini sudah menghasilkan cuan (profit), bisa menjadi bisnis industri, ini yang akan menjadi resistensi. Makanya kita kuatkan di legalitasnya. Jangan sampai nanti timbul dualisme," lontarnya.

Selain itu, Wahyudi juga menyoroti tentang penataan administrasi dan manajemen klub.

Administrasi yang dimaksud bukan hanya soal keuangan, melainkan juga transparansi kegiatan klub melalui pelaporan notulensi, dokumentasi, hingga pelaporan keuangan internal yang sederhana namun terstruktur.

Selain itu, Askab PSSI Sleman juga mendorong pengelolaan klub yang profesional, termasuk manajemen tersertifikasi dan yang terpenting, pelatih berlisensi.

"Banyak SSB perkumpulan ini masih dikelola secara konvensional. Amatir rata-rata belum ada pelatih-pelatih yang berlisensi. Padahal kami ini adalah fondasi untuk tim nasional," tegasnya. (ayu)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#evaluasi #profesionalitas #workshop #PSSI Sleman #dualisme #PSSI #ASKAB