RADAR JOGJA – Pelatih Manchester United, Erik ten Hag menganggap para pemainnya 'mati suri' saat The Reds Devil membuang keunggulan dua gol dalam hasil imbang 3-3 kontra FC Porto di Europa League, Jumat (4/10) dini hari.
Manchester United membutuhkan gol penyeimbang di waktu tambahan dari Harry Maguire, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, untuk menyelamatkan satu poin di Portugal.
Tim asuhan Ten Hag unggul 2-0 setelah hanya 20 menit di Estadio do Dragao, namun kebobolan dua gol dalam tujuh menit untuk menyamakan kedudukan di babak pertama.
The Reds Devil kembali kebobolan setelah jeda dan kapten Bruno Fernandes diusir keluar lapangan untuk pertandingan kedua berturut-turut sebelum gol telat Maguire.
“Perasaan saya campur aduk,” kata Ten Hag dalam konferensi pers.
“Kami mencetak dua gol hebat dan kemudian kami mati. Kami tidak menjaga penguasaan bola dan bertahan, kami mati. Kami kemasukan gol pertama yang sama sekali tidak perlu dan kemudian Anda menyalakan api di stadion ini dan menjadi sangat sulit,” lanjutnya.
“Kami mengatasinya di babak pertama dan kemudian Anda kebobolan gol ketiga, sangat tidak perlu. Tidak ada gunanya bertahan lagi. Itu juga berkaitan dengan beberapa kemauan dalam beberapa momen,” jelasnya.
Meskipun begitu, pelatih asal Belanda itu tetap memberikan pujian kepada para pemainnya, bagaimana caranya kembali kedalam permainan dan bagaimana cara bertarung untuk mencari gol penyeimbang.
Ten Hag juga dipaksa untuk mempertahankan keputusannya untuk mengganti Marcus Rashford di babak pertama.
Rashford mencetak gol pembuka Manchester United dan tampil tajam sepanjang malam namun secara mengejutkan digantikan dengan Alejandro Garnacho saat jeda.
Ten Hag awalnya mengatakan bahwa Rashford diganti untuk menjaga kebugaran sang penyerang menjelang pertandingan tandang ke Aston Villa di Liga Inggris.
Namun berbicara dalam konferensi persnya, sang pelatih asal Belanda itu mengisyaratkan bahwa dia telah melakukan pergantian pemain setelah kedua gol Porto di babak pertama tercipta melalui umpan silang dari sisi lapangan yang dilepaskan oleh Rashford.
“Garnacho adalah pemain terbaik saya pada hari Minggu sejauh ini dan juga di banyak pertandingan lainnya,” ungkap Ten Hag.
“Saya pikir di musim ini seperti yang saya nilai sejauh ini, dia memberikan kami ancaman ofensif dengan menciptakan peluang, assist, juga mencetak gol. Garnacho, kami juga harus memainkannya dan kami memiliki dua pemain yang sangat bagus di sisi itu,” imbuhnya.
“Saya harus menonton kembali pertandingan dan saya pikir di sisi kiri, kami tidak bertahan dengan baik malam ini dan Marcus juga berperan dalam hal ini. Namun, seperti yang saya katakan, ini berkaitan dengan Garnacho dan tidak ada hubungannya dengan Rashy,” tegasnya.
Editor : Bahana.