Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Pemuda Pelopor dan Inspiratif 2025 Kota Jogja, Gista Pilih Petani Perkotaan, Inggit Kembangkan Destinasi Code

Kusno S Utomo • Kamis, 30 Oktober 2025 | 03:50 WIB

 

Suamagista Menia Putri atau Gista dan Inggit Muhammad menunjukan penghargaan. Wakil Wali Kota  Wawan Harmawan bersama sejumlah Pemuda Pelopor dan Inspiratif 2025 Kota Jogja.
Suamagista Menia Putri atau Gista dan Inggit Muhammad menunjukan penghargaan. Wakil Wali Kota  Wawan Harmawan bersama sejumlah Pemuda Pelopor dan Inspiratif 2025 Kota Jogja.

 

Anak muda terjun menjadi petani. Bukan di desa, tapi di tengah perkotaan. Pilihan itu yang sekarang digeluti Suamagista Menia Putri. Perempuan 26 tahun mengembangkan pertanian dengan menanam sayuran. Hasil panen dijual ke beberapa warung makan dan restoran.

Gista tinggal di Kampung Wirosaban Barat, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja. Sudah beberapa lama dia membuka lahan pertanian di kampungnya. Sebelum mengembangkan usaha WM supplier, Gista bertani.

Dia bergabung dengan kelompok wanita tani (KWT). Meski bernaung dalam wadah KWT, tak mudah mereka memasarkan hasil panen sayurnya. Kesulitan distribusi panen kerap dialami. Gista mendengar langsung kegelisahan itu.

Dia tak ingin anggota KWT di Wirosaban Barat semakin lama mengeluh tanpa solusi. Gista kemudian punya ide. Menawarkan solusi yang komprehensif.

Dibangun pola kemitraan. Tujuannya agar hasil panen bisa  masuk ke pasar yang lebih luas. Dijual ke jaringan konsumen WM supplier yang sudah bermitra dengan tujuh kafe dan restoran. Selain itu, ada pelanggan sayuran di Warung Milenial Catering. Ditambah dua warung pecel milik teman Gista.

“Setiap hari total hasil panen yang terjual sebanyak 20 kilogram sayuran, cabai dan tomat. Semua ditanam dari lahan KWT Wirosaban Barat,” tutur alumni SMK Negeri 4 Jogja ini.

Selama ini Gista mengembangkan usaha dengan konsep sociopreneur. Konsep itu terbukti efektif. Berwawasan sosial. Sebagai pemilik usaha, Gista tak sekadar bertujuan meraih keuntungan. Namun juga mempertimbangkan manfaatnya bagi masyarakat dan lingkungan.

Gista sukses memberdayakan puluhan orang. Mulai dari anggota KWT hingga tetangga sekitar rumahnya. Mereka bisa terlibat dalam pertanian perkotaan yang dikembangkan Gista. Dari proses menanam hingga panen. Berkat kegigihannya itu jaringan usahanya mampu meraup omzet hingga Rp 50 juta per bulan.

Dengan melihat hasil usaha itu, Gista ingin terus menggeluti usaha pertanian perkotaan itu. Dia mengaku tak tertarik melamar menjadi ASN atau karyawan swasta. “Ingin terus berwirausaha. Memberikan manfaat dan kesempatan kerja bagi banyak orang,” katanya.

Baca Juga: Pedagang Pasar Godean Resmi Pindah, Jalan Panjang Kembali ke Pasar Induk Usai Dua Tahun

Apa yang dilakukan Gista mendapatkan apresiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja. Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-97, Gista mendapatkan penghargaan sebagai Pemuda Pelopor 2025 Kota Jogja. Penghargaan diberikan Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan. Momentumnya bertepatan dengan Gelar Sumpah Pemuda dalam rangkaian Expo Karya Pemuda di Mal Galeria Jogja pada Selasa (28/10) lalu.

“Jogja perlu gerakan pemuda yang konkret. Pemuda perlu mendapatkan atensi khusus dengan kegiatan yang berkualitas. Mereka adalah para penerus bangsa,” ujar Wawan di sela acara.

Tahun ini ada 15 Pemuda Pelopor yang mendapatkan penghargaan. Mereka bergerak di bidang agama, sosial budaya, inovasi teknologi, pangan dan pengelolaan sumber daya alam (SDA). Kemudian lingkungan, seni dan pariwisata serta pendidikan.

 Ada juga penghargaan bagi 28 pemuda inkubasi wirausaha Yogyakarta Entrepreneur School Of Business Ownerships (Yes Boss). Lalu empat 4pemuda inspiratif, tiga pemuda pemenang jambore pemuda daerah dan  kemantren inspiratif.

Penghargaan pemuda pelopor seni dan pariwisata diterima Inggit Muhammad. Pemuda yang tinggal di Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis, Jogja  itu menjadi inisiator sanggar teater Jaran Abang.  Lewat sanggar itu, Inggit mengembangkan potensi anak muda di kampungnya. Mereka bisa berdaya lewat keahlian seni dan budaya. Khususnya di bidang teater.

Jaran Abang memiliki 30 anggota. Mereka aktif dan rutin berlatih. Mengikuti pelatihan akting, tata panggung, dan make-up untuk persiapan pentas. Tiak hanya melestarikan seni teater. Inggit juga dinilai memberi peluang alternatif profesi bagi anak muda.

Atas kiprahnya, Inggit juga menerima penghargaan Yess Boss. Dia ikut berperan aktif mengelola Kampung Wisata Cokrodiningratan (Kasang Ningrat). Kampung itu mampu mengembangkan destinasi wisata heritage dan Sungai Code.

Banyak paket-paket wisata dibuat Inggit. Terutama agar menarik minat wisatawan datang ke kampungnya. Di antaranya, seperti sekolah sungai yang menjadi ruang belajar menjaga kelestarian sumber daya air. Lalu tour heritage building. Mengajak wisatawan menjelajahi bangunan-bangunan bersejarah.

“Jogja ini terkenal sebagai kota seni dan budaya. Sayang kalau tidak dimanfaatkan,” ajak Inggit.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengatakan, ada serangkaian acara digelar dalam rangka Sumpah Pemuda 2025. Mulai Temu Pemuda /Youth Camp, Expo Karya Pemuda dan Gelar Sumpah Pemuda.

“Harapan kami ini menjadi momentum bagi pemuda di Kota Jogja berguna bagi lingkungannya. Pemuda berkiprah bagi masyarakat,” harap Budi. (kus/pra)

 

 

 

 

Editor : Heru Pratomo
#KWT #kreatif #Yogyakarta #inspiratif #Galeria Mal #sociopreneur #Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga #wakil wali kota #pemuda pelopor #Wawan Harmawan