RADAR JOGJA – Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo, keponakan Presiden Prabowo Subianto, tengah menjadi sorotan publik usai menyatakan mundur dari DPR RI.
Pengunduran diri itu dipicu oleh potongan video podcast yang viral dan menuai kritik publik.
Namun jauh sebelum kontroversi ini, jejak karier Saraswati terentang luas: dari dunia hiburan, aktivisme sosial, hingga politik.
Latar Belakang dan Pendidikan
Rahayu Saraswati lahir di Jakarta pada 27 Januari 1986.
Ia adalah putri dari Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Presiden Prabowo Subianto, dan kakak dari Aryo Djojohadikusumo.
Perjalanan pendidikannya ditempuh di dalam dan luar negeri.
Saraswati bersekolah di SD Tarakanita II, melanjutkan ke United World College of South East Asia (Singapura) serta Collège du Léman (Swiss).
Ia kemudian menempuh studi di University of Virginia, Amerika Serikat, jurusan Classics and Drama.
Saraswati juga pernah meraih diploma dari The International School of Screen Acting di London pada 2007.
Karier Hiburan dan Aktivisme
Sebelum masuk politik, Saraswati dikenal sebagai aktris.
Ia membintangi sejumlah film bertema perjuangan, seperti Merah Putih, Darah Garuda, dan Hati Merdeka, yang diproduksi ayahnya, Hashim Djojohadikusumo.
Selain itu, Saraswati aktif sebagai presenter dan penggiat sosial.
Ia mendirikan Yayasan Parinama Astha, sebuah lembaga yang berfokus pada pemberantasan perdagangan manusia dan perbudakan modern.
Aktivisme inilah yang kemudian memperkuat citranya sebagai tokoh muda yang peduli pada isu perempuan dan anak.
Kiprah Politik
Saraswati mulai masuk politik pada 2013 dengan bergabung ke Partai Gerindra.
Pada Pemilu 2014, ia mencalonkan diri dari Dapil Jawa Tengah IV (Sragen, Karanganyar, Wonogiri) dan berhasil lolos menjadi anggota DPR RI periode 2014–2019.
Di periode ini, ia ditempatkan di Komisi VIII DPR yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Pada Pemilu 2019, Saraswati gagal mempertahankan kursinya.
Namun, ia tetap aktif di partai hingga akhirnya ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra periode 2020–2025.
Di Pemilu 2024, Saraswati kembali lolos ke Senayan lewat Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu).
Ia lalu ditempatkan di Komisi VII DPR RI sebagai wakil ketua, yang membidangi energi, riset, dan pariwisata.
Kontroversi Podcast dan Mundur dari DPR
Nama Saraswati kembali jadi perbincangan setelah sebuah video podcast yang tayang pada 28 Februari 2025 viral di media sosial.
“Daripada ngomel nggak ada kerjaan,” sebutnya.
Pernyataan tersebut untuk menggambarkan perlunya anak muda berkreasi.
Potongan pernyataan tersebut menuai kritik luas karena dianggap tidak peka terhadap kesulitan masyarakat mencari pekerjaan.
Pada 10 September 2025, melalui akun Instagram pribadinya, Saraswati mengumumkan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI.
Meski begitu, ia berkomitmen menyelesaikan satu tugas terakhir, pembahasan RUU Kepariwisataan.
Partai Gerindra menyatakan akan memproses pengunduran diri tersebut sesuai aturan, dan sementara menonaktifkan statusnya sebagai anggota DPR.
Rekam jejak karier Rahayu Saraswati memperlihatkan perjalanan unik dari dunia seni ke parlemen.
Ia dikenal vokal memperjuangkan isu perempuan, anak, hingga perdagangan manusia.
Namun, peristiwa mundurnya dari DPR juga menegaskan bahwa komunikasi publik yang kurang sensitif bisa berdampak besar, bahkan mengguncang karier politik seorang tokoh muda potensial. (Chintya Maharani)