RADAR JOGJA – Banyak yang menyangka pekerjaan idaman bagi anak muda Indonesia adalah menjadi pegawai negeri sipil (PNS). PNS jadi pilihan karena dianggap pekerjaan yang menjamin masa depan dan cenderung aman.

Yuliyana Rahmawati, salah satu yang tak menyangka akan menyandang sebagai seorang abdi negara atau PNS secepat ini. Di usianya yang masih muda 25 tahun ia resmi menerima SK pengangkatan PNS tepatnya Maret 2019 lalu.
“Ya senang aja, ini kepengenan orang tua saya. Harus ada salah satu anaknya jadi PNS,” katanya kepada Radar Jogja kemarin (17/9).

Ibu satu anak itu, awalnya ikut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejak 2017. Tetapi, kala itu niatnya belum terkumpul, hanya coba-coba. Hingga lolos administrasi pun babak selanjutnya tak dihiraukan sampai pada akhirnya gugur. Kemudian masuk tahun 2018, niat mulai ada untuk mengikuti seleksi lagi. Alhasil, lolos administrasi, masuk tahap SKD, hingga pemberkasan lolos.

“Nggak nyangka sih lolos PNS, sekarang masih seperti mimpi aja. Awalnya cuma daftar ya daftar aja, nggak mengharap banget takut kecewa. Tapi alhamdlulillah malah rezeki saya disini,” ujarnya.

Saat ini, ia bekerja menjadi PNS di Puskesmas Danurejan I Kota Jogja yang fokus pada pendaftaran dan rekam medis. Saat ini pekerjaannya diklaim lebih fokus, dan jam kerjanya pun jelas dibandingkan pekerjaan sebelumnya di fasilitas kesehatan swasta. Dalam satu job desk yang ia ampu, banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. “Kalau di pekerjaan yang dulu kadang lembur dan jamnya molor. Kalau sekarang lebih jelas jamnya (kerjanya) jadi bisa kasih waktu sama keluarga, kecuali mau persiapan akreditasi setiap hari lembur,” jelasnya.

“Dulu profesiku juga rekam medis tapi masih dipandang sebelah mata. Sudah jadi ASN diapresiasi banyak orang,” sambungnya.
Ya, hal itulah saat ini yang lebih banyak sukanya menjadi seorang abdi negara. Meski beban kerjanya sama, jabatan yang diembannya berpengaruh terhadap pandangan orang lain atau masyarakat di lingkungannya. Menjadi ASN diusia muda, praktis mengubah pandangan orang lain tehadapnya pun keluarganya. “Sekarang alhamdulillah, benar-benar merubah pandangan orang lain terhadap keluarga saya. Bisa mengangkat derajat orang tua saya, ini yang sangat berpengaruh,” katanya. (wia/bah)

Sosok & Sisi Lain