Dia menuturkan hingga saat ini setidaknya ada 5.000 KK di Jawa dan Bali masuk dalam waiting list atau antrian transmigrasi. Menurutnya, ini menjadi tanda pentingnya transmigrasi bagi masyarkat.
"Artinya program transmigrasi masih sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat kita," jelasnya ditemui di Grha Saba Pramana UGM, Selasa (16/5).
Dia menambahkan melalui gelaran Rakornas Transmigrasi 2023 ini nantinya akan tercipta program yang baik. Hingga menjadikan transmigrasi kedepan bukan hanya semata-mata memindahkan penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Namun, betul-betul akan disertai dengan desain dan perencanaan yang sedemikian rupa.
Salah satu program yaitu perubahan undang-undang. Adapula peraturan dibawah undang-undang yang berkaitan dengan kepemilikan lahan.
"Kita sudah berkoordinasi dengan BPN. BPN siap mendukung dan membackup kawasan transmigrasi dengan kepemilikan lahan secara komunal, sudah menjadi milik warga tapi masih bersifat komunal. Sehingga tidak mungkin dijual atau dilepas jualkan,” katamya.
Abdul Halim menuturkan pemberangkatan transmigran yang sudah-sudah selalu disimbolkan dengan cangkul dan sabit. Kini, transmigrasi disimbolkan dengan hand traktor atau traktor besar. Bermakna lahan garapan akan lebih luas
"Lahan yang diserahkan pada warga transmigran tidak lagi hanya 2 hektar tapi usulan kita 3 hektar untuk setiap KK yang diserahkan pada warga transmigran, tapi masih bersifat komunal," ujarnya.
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengatakan program transmigrasi telah berjalan setidaknya selama 73 tahun. Selama itu pula, daerah-daerah tujuan tranmigrasi telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bahkan diantaranya ada yang menjadi ibu kota kabupaten dan patut untuk dibanggakan.
Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Periode 2009-2014 ini menjelaskan dia telah berkeliling di semua daerah transmigrasi. Para transmigran bahkan harus menumbuhkan suatu wilayah dari nol. Bahkan dengan biaya ala kadarnya untuk membuka hutan belantara.
“Harus dibongkar dengan tangan sendiri dengan alat-alat sederhana, dengan kerja keras dan bahkan meregang nyawa. Pada 50 tahun berikutnya banyak menjadi kota-kota maju di seluruh tanah air,” kata Muhaimin.
Dia menanbahkan pembangunan transmigrasi memberikan satu kebanggan nasional. Baginya, transmigran tak hanya membangun dan merubah nasib dalam lingkup keluarga. Akan tetapi membangun peradaban baru di daerah-daerah yang sulit berkembang.
"Saya yakin dan optimis di mana ada daerah transmigrasi di situlah Indonesia kuat, kokoh, bersatu padu dalam berbagai kebhinekaan dan keragaman kita," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News