RADAR JOGJA - Kunjungan wisata di Kabupaten Sleman selama libur Lebaran dari 15 April hingga 1 Mei belum mencapai target. Kendati begitu, Dinas Pariwisata Sleman mencatat peminat wisata kuliner lebih tinggi dibandingkan peminat objek wisata.
Total kunjungan wisata secara keseluruhan sebanyak 827.245 orang. Sebanyak 302.003 orang di antaranya pengunjung destinasi wisata. Artinya, peminat kuliner lebih tinggi, yakni di angka 525.242 orang.
"Dengan demikian secara total, jumlah kunjungan di Kabupaten Sleman tidak mencapai target sebanyak satu juta kunjungan," ujar Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut disampaikan, rata-rata belanja wisatawan di Sleman untuk akomodasi sebanyak 48,25 persen, kuliner 26,32 persen, belanja 21,93 persen, dan destinasi wisata 3,51 persen. Tingkat kunjungan wisata alam mencapai 67.285 orang. Rinciannya, 67.254 warga negera Indonesia (WNI) dan 31 wisatawan mancanegara (wisman).
Untuk wisata ekologi, total kunjungan mencapai 41.553 orang. Terbagi 41.543 WNI dan 10 wisman. Wisata Petualangan juga ada, terdiri 25.711 WNI dan 21 wisman atau jumlahnya 25.732 orang. Pengunjung wisata budaya dan objek wisata candi secara keseluruhan mencapai 103.168 orang, dan museum mencapai 12 ribu orang.
Dia menyampaikan, kunjungan wisata kota mencapai 40.000 orang. Wisata desa ada 17.000 orang, dan wisata buatan ada 6.780 orang. Wisata olahraga ada 256 orang, dan lainnya 6.524 orang. Total jumlah keseluruhan baik wisman maupun WNI jumlah keseluruhannya ada 302 ribu orang. "Penerimaan retribusi pada 15 April sampai 1 Mei yaitu sebesar Rp 246,8 juta,” tuturnya.
Sedangkan perhitungan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) pariwisata dari Januari sampai 5 Mei mencapai Rp 104,5 miliar. Atau sebesar 40,41 persen dari target PAD.
Kustini menyebut, meski waktu libur Lebaran lebih panjang dari tahun lalu, namun belum mampu mendongkrak target kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Yazid menambahkan, puncak kunjungan di Sleman tiga hari pasca-Lebaran. Itu pun banyak yang hanya menikmati kulinernya dibandingkan masuk ke objek wisata. Belum dipastikan penyebab lesunya kunjungan wisata tersebut.
Menurutnya, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan diperbolehkannya memperpanjang cuti libur Lebaran itu, masyarakat sudah membeli tiket balik lebih dulu. "Ya ada penambahannya (pengunjung, Red) saat long weekend. Tapi tidak singnifikan," bebernya.
Peminat kuliner lebih tinggi dibandingkan kunjungan ke objek wisata. Hal ini dirasakan, sejumlah pengelola destinasi wisata. Misalnya, peminat kuliner jadah tempe Kaliurang. Permintaan cenderung naik 50-70 persen dari hari biasa. "Yang biasanya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, bisa tembus di angka Rp 1 juta," ungkap Ketua Sentra Jadah Tempe Kaliurang Bejo Wirjanto. (mel/eno) Editor : Editor Content