"Selalu ditampilkan di akhir sebagai penutup. salah satu alasannya wayang itu durasinya lama, jadi biar orang-orang bisa menikmati secara maksimal sampai selesai,” beber ketua panitia acara Zabidi.
Dia menjelaskan, yang membedakan wayang tahun ini dengan pagelaran sebelumnya adalah dalang. Jika biasanya mengungdang almarhum Ki Seno Nugroho, untuk kali ini dimeriahkan oleh Ki Gilang Kumoro. "Seorang dalang muda yang juga potensial,” ungkapnya.
Gilang Kumoro pun merasa bangga bisa diberikan kesempatan untuk tampil pada agenda ulang tahun Kalurahan Maguwoharjo. “Setelah saya tahu biasanya yang mengisi adalah almarhum Ki Seno dan sekarang saya bisa berkesempatan untuk tampil jelas sebuah kebanggaan. Karena Ki Seno juga merupakan sosok idola dan guru saya,” ujar Gilang.
Dalam kesempatan itu, Gilang bersama rombongan paguyuban karawitan Saka Raos membawakan sebuah lakon atau cerita berjudul Wahyu Payung Tunggul Naga. Berlangsung selama tujuh jam, terhitung sejak 21.00 sampai 04.00.
Sebelumnya, acara doa bersama telah usai digelar pada Selasa (28/2). Dilanjutkan dengan salawat dan mujahadah yang diselenggarakan di Lapangan Bedrek, Sembego, Maguwoharjo Kamis (2/3). (cr1/eno) Editor : Editor Content