Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BI : Pertumbuhan Ekonomi DIJ 2023 Positif

Editor Content • Kamis, 9 Februari 2023 | 18:27 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIJ Budiharto Setyawan mengatakan pertumbuhan ekonomi DIJ tahun 2023 diperkirakan positif dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan diperkirakan berada pada kisaran 4,60 persen hingga 5,40 persen. "Tumbuh positif meskipun melambat dibandingkan tahun 2022," ujarnya Rabu (8/1).

Budiharto menyebut pertumbuhan ekonomi yang lambat dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global. Hal ini memicu perlambatan ekonomi serta pengetatan kebijakan moneter dan peningkatan suku bunga. Meskipun daya beli masyarakat diperkirakan masih cukup kuat untuk menahan perlambatan yang lebih dalam.

"Kami memperkirakan inflasi DIJ pada tahun 2023 lebih melandai dibandingkan dengan capaian 2022. Hingga akhir tahun 2023 inflasi DIJ diperkirakan mencapai 3,1-3,9 persen (yoy) dan berada dalam rentang sasaran inflasi 3±1 persen (yoy)," jelasnya.

Faktor pendorong inflasi DIJ tahun 2023 adalah berlanjutnya perbaikan daya beli masyarakat, perbaikan serapan pangan, serta masih tingginya harga bahan baku produksi.

Sementara itu, faktor penahan inflasi DIJ tahun 2023 dipengaruhi oleh dampak pengetatan kebijakan moneter, pengendalian inflasi pangan melalui sinergi TPID dan GNPIP, dan faktor cuaca 2023 yang lebih kondusif. "Sinergi dan Inovasi menjadi kata kunci dalam menjaga ketahanan dan kebangkitan ekonomi pada pasca pandemi," ujarnya.

Selain itu, Budiharto mengatakan pembangunan infrastruktur dan transisi ke era digitalisasi perlu dioptimalkan. Tujuannya untuk mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pembangunan infrastruktur dalam jangka pendek telah mendorong pertumbuhan lapangan usaha konstruksi.

"Sedangkan jangka menengah dan panjang, pasca berakhirnya fase konstruksi maka perlu disiapkan motor baru sebagai penopang ekonomi DIJ," jelasnya.
Ada pun sektor pariwisata juga perlu dikembangkan kualitasnya untuk mendongkrak perekonomian. Termasuk pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (lan/bah) Editor : Editor Content
#bank indonesia