Pada 2023, Ishadi menyebut pihaknya menargetkan jumlah kunjungan wisatawan melebih 2022. Dia optimistis target itu bakal tercapai dengan baik. Mengingat kondisi pandemi Covid-19 sudah mulai membaik dan status PPKM sudah dicabut."Target 2023 sekitar 7,5 juta wisatawan," ujarnya.
Sejumlah skema disiapkan untuk mencapai target tersebut. Di antaranya penguatan promosi, bermitra dengan stakeholder terkait, dan penyelenggaraan atraksi serta event yang beragam. Di sisi lain juga perlu penguatan kualitas dari destinasi wisata.''Di samping itu juga meningkatkan kualitas desa wisata untuk menjadi desa maju dan mandiri," ujarnya.
Selain itu, kuantitas destinasi wisata unggulan di Sleman juga perlu untuk ditingkatkan. Sejauh ini, destinasi wisata unggulan masih di lereng Gunung Merapi, Candi Prambanan, Kraton Ratu Boko, Tebing Breksi, dan destinasi wisata buatan lainnya.
Ishadi juga menyebut adanya pencabutan pembatasan karena pandemi menurutnya tidak lantas membuat bebas sebebas-bebasnya. Gaya hidup sehat dan bersih justru menambah nilai jual di sebuah destinasi wisata. Sebab wisatawan akan merasa aman dan nyaman berwisata di tempat yang terjamin kesehatan dan kebersihannya. "Meskipun PPKM sudah dicabut, penegakan prokes di destinasi wisata tetap dilakukan dan penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability, Red)," jelasnya.
Ketua Pengelola Wisata Tebing Breksi Kholiq Widiyanto mengatakan, target kunjungan wisatawan di Breksi pada 2022 sebanyak 1,5 juta wisatawan. Di sisi lain, meskipun ada pencabutan PPKM namun protokol kesehatan tetap dikedepankan."Kami tetap mematuhi protokol kesehatan. Itu tetap kita lakukan, banyak yang masih bermasker kok. Kami juga tetap ingatkan cuci tangan, wastafel juga ada 70 unit kami sediakan tersebar di seluruh area Breksi," jelasnya. (lan/din) Editor : Editor Content