RADAR JOGJA - Revitalisasi Pasar Godean tak sebatas pembangunan fisik. Ke depan, pasar ini akan digaungkan menjadi tujuan wisata dan budaya di Kabupaten Sleman. Sebab di Pasar Godean terdapat malam Kyai dan Nyai Jembrak. Yang merupakan pengikut Pangeran Diponegoro, dan makamnya sudah ada jauh sebelum Pasar Godean dibangun.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tina Hastani mengatakan, makam yang ada memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, nantinya makam akan disengker dan dipugar menjadi lebih bagus lagi.
Adanya dua makam, lanjut Tina, konsep Pasar Godean yang baru akan menonjolkan sisi budaya. Didesain khusus melalui program sayembara. Untuk mendukung sebagai destinasi budaya, nantinya juga akan dilengkapi alun-alun kecil. Bisa digunakan untuk menampilkan berbagai kreativitas dari sanggar atau kelompok budaya yang ada di Kabupaten Sleman.
Sedangkan pada lantai dua pasar, akan dilengkapi food court dan tempat kopi. Juga lengkap dengan jajanan pasar. Dalam hal ini, dinas berupaya menggandeng chef hotel bintang lima. "Sehingga meskipun jajanan pasar di pasar, rasanya bak (makanan, Red) hotel bintang lima," ujarnya kemarin (4/12).
Menurut Tina, pedangang yang menempati pasar baru adalah mereka yang sudah tercatat berdagang di Pasar Godean. Kurang lebih sebanyak 1.800 pedagang.
Sementara itu, Pengurus Paguyuban Pasar Godean sebagian dilakukan oleh kalangan muda. Ke depan harapannya Pasar Godean bukan hanya untuk generasi tua. Tetapi juga generasi kekinian. Oleh karena itu, peran serta pemuda dalam menhembangkan pasar tradisional perlu dioptimalkan. "Kami punya program serupa tidak hanya di Pasar Godean. Melalui program Gempar Sleman, gerakan meramaikan pasar rakyat di Sleman," sebutnya.
Program itu, mengajak kaum milineal berpartisipasi meramaikan pasar untuk lebih rapi dan mempunyai spot foto menarik. Kemudian anak mudanya berperan memviralkan pasar tradisional. "Kami mengajak anak muda menjadi influencer, yang sudah terbukti sangat meningkatkan datangnya budaya kaum milenial ke pasar," katanya.
Selain itu juga berbenah. Menjalin kerja sama dengan bank untuk digitalisasi pasar juga dilakukan. Sehingga pengunjung bisa membayar melalui barcode atau cashless. "Harapan kami dapat mengubah mindset pedagang bahwa marketing saat ini berbeda dengan zaman dulu," ucapnya. (mel/eno) Editor : Editor Content