Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Dwi Purwantoro menyebut, pembangunan groundsill sepanjang kurang lebih 900 meter - 1 kilometer dan dengan lebar antara 20-30 meter ini dibangun selama delapan bulan. “Menelan anggaran pusat Rp 48 miliar,” sebutnya disela kegiatan tanam pohon dalam rangka peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-77 di area TWC Prambanan, Sleman, kemarin (1/12).
Pembangunan fisik meliputi penataan wisata, revetment sisi kanan dan kiri, serta tiga check dam atau bendungan kecil yang dibangun melintasi drainase sungai. "Rencananya mau sampai hulu dari Prambanan. Mengamankan (groundsill, Red) sampai Candi Bubrah (utara Candi Prambanan). kurangnya sekitar 600 meter, ditargetkan rampung pada 2023 mendatang," ungkapnya.
Dwi mengatakan, sebelum dibangun, groundsill di lokasi tersebut rusak. Menyebabkan degradasi sungai. Abutment atau sub struktur di ujung bentang jembatan juga turut mengalami degradasi.
Hal ini sangat berbahaya. Jika kerusakan semakin parah menyebabkan terputusnya transportasi jalur urgent menghubungkan Jawa Tengah dengan DIJ.
"Selain itu dalam rangka mengamankan tempat wisata Prambanan ini. Banyak penahan tanah runtuh disebabkan gempa 2010 dan belum pernah dilakukan perbaikan," kata Dwi.
BBWS Serayu Opak berkomitmen membangun tidak hanya kuat dari segi konstruksinya. Melainkan juga sisi estetika atau keindahannya. "Kita lihat sekarang ini kan bagus. Ada yang pakai batu ada genangan yang fungsinya untuk wisata menambah kecantikan dan keindahan TWC Prambanan," imbuhnya.
Sementara Direktur Operasional dan Pengembangan Infrastruktur TWC Mardijono Nugroho menambahkan, pembangunan ini wujud dukungan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui insan PUPR, yakni BBWS Serayu Opak. PUPR menjadi mitra dalam berbagai pembangunan destinasi wisata.
Seperti di Borobudur dan Prambanan yang menjadi kawasan strategi pariwisata atau destinasi wisata super prioritas ini. "Harapannya, wisatawan dapat menikmati groundsill ini pada pagi dan sore untuk berolahraga. Termasuk malam hari ketika ada Prambanan Light," harap dia. (mel/bah) Editor : Editor Content