Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan Jadi Sentra Niaga Perbenihan di Sleman

Editor News • Selasa, 15 November 2022 | 00:03 WIB
TINJAU : Gubernur DIJ Hamengkubuwono X meninjau kolam-kolam ikan di Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan usai diresmikan, Senin (14/11). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
TINJAU : Gubernur DIJ Hamengkubuwono X meninjau kolam-kolam ikan di Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan usai diresmikan, Senin (14/11). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Sleman dinilai menjadi kabupaten yang memiliki potensi baik di sektor perikanan. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ, Kabupaten Sleman menyumbang lebih dari separuh atau 57 persen produksi ikan di DIJ.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ Bayu Mukti Sasongka menuturkan produksi ikan di Jogjakarta sepanjang satu tahun tercatat mencapai 96 ribu ton. Inipula yang mendasari peresmian Pasar Tradisional Perikanan di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Senin (14/11). Targetnya dapat menjadi sentra niaga terutama perbenihan ikan.

“Pasar ini dibangun di atas lahan milik Pemda DIJ yang merupakan relokasi dari pasar yang telah ada sebelumnya. Di sini lebih representatif karena airnya lebih bisa terkondisi,” jelasnya saat ditemui di Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan, Senin (14/11).

Pembangunan Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan menggunakan dana keistimewaan sebesar Rp 1,4 Miliar. Terdapat sebanyak 25 anggota yang tergabung dalam kelompok pemasar ikan Krido Baruno.

Dalam satu bulan, kelompok ini mampu menjual sebanyak 750.000 ekor benih. Mulai dari benih ikan nila, lele, emas, melem, dan lainnya.

Dengan adanya pasar ini, Bayu optimis budidaya perikanan di Sleman akan meningkat. Ditambah mampu memenuhi standar yang ditetapkan Kementrian Kelautan dan Perikanan.

"Para pelaku usaha perikanan di Sleman telah menerima sertifikat dari Kementerian. Baik untuk pembelian, pembudidaya, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan. Artinya siap dan mampu menembus pasar Internasional,” harapnya.

Pengelola Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan Hermansyah mengatakan dalam satu bulan pihaknya mampu memenuhi permintaan pasar hingga 3 ton bibit ikan.

Komoditas unggulan dengan permintaan terbanyak adalah nila. Sementara lele, gurameh, bawal dan lainnya menjadi komoditas pelengkap.

Dia mengatakan benih siap jual pada usia 45 hari. Meski demikian, dia tetap melayani jika ada permintaan khusus terkait usia dan ukuran benih ikan.

Dari total permintaan, sebanyak 60 persen diantaranya masuk ke pasar Jawa Tengah. Walaupun tak menyebut secara spesifik, Hermansyah mengatakan omzet penjualan dalam satu bulan menyentuh angka lebih dari Rp 2 juta.

“Dulu kami diberi tempat lebih kecil dari ini. Sekarang kami dibangunkan tempat yang lebih luas dan lebih nyaman. Mudah-mudahan dengan ini memberi manfaat terutama bagi kami anggota kelompok dan juga masyarakat sekitar,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#Komoditas ikan JOGJAKARTA #produksi ikan JOGJAKARTA #Pasar ikan Cangkringan #sentra ikan Jogjakarta