Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fisipol UGM Tingkatkan Sistem Mental Health, Antisipasi Beban Psikologis 

Editor News • Selasa, 11 Oktober 2022 | 05:37 WIB
SOSOK : Dekan Fisipol UGM Wawan Mas
SOSOK : Dekan Fisipol UGM Wawan Mas
RADAR JOGJA - Kepergian mahasiswa Fisipol UGM berinisial TSR, 18, menjadi catatan penting bagi Dekanat Fisipol UGM. Terlebih sosok mahasiswa angkatan 2022 ini meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. Tepatnya melompat dari lantai 11 sebuah hotel di kawasan Colombo, Caturtunggal, Depok Sleman, Sabtu (8/10).

Dekan Fisipol UGM Wawan Mas'udi berduka atas kejadian ini. Pihaknya juga mengevaluasi sistem pengawasan kepada para mahasiswa. Berupa adanya sistem mental health dengan jangkauan yang lebih luas.

"Kita ada konseling, psikolog, counselor juga. Cuma kan peristiwanya kemarin membuat kita shocking dan tentu kita di fakultas akan semakin memperkuat apa yang kita sebut mental health system," jelas Wawan ditemui di Fisipol UGM, Senin (10/10).

Wawan memahami bahwa permasalahan mahasiswa sangatlah kompleks. Terlebih setiap individu memiliki beban yang berbeda. Tentunya akumulasi akan berdampak pada psikologis setiap mahasiswa.

Disatu sisi Wawan menilai lingkup mahasiswa tak hanya di kampus. Termasuk sumber masalah yang menjadi beban pikiran. Ini karena usia mahasiswa memiliki mobilitas yang tinggi.

"Sudah ada pendampingan, cuma ini kan masalah yang dihadapi oleh anak-anak muda itu kan luar biasa. Tidak semuanya ada di kampus, di luar kampus, pertemanan, mungkin keluarga dan lain sebagainya," katanya.

Sebagai antisipasi, pihaknya akan membuka komunikasi dengan orangtua. Tujuannya agar penanganan berlangsung dari berbagai arah. Sehingga mahasiswa tidak akan merasa sendiri.

"Ini kami sedang mencoba untuk semakin meningkatkan ini sekaligus komunikasi lebih insentif dengan orang tua ya," ujarnya.

Terkait kasus TSR, Wawan mengaku telah bertemu orangtua. Diketahui bahwa orangtua telah berada di Jogjakarta sejak sebelum peristiwa terjadi. Domisili TSR sendiri berasal dari Tegal Jawa Tengah.

"Ibunya sangat terpukul dan menangis terus. Sekarang biarkan orang tuanya tenang dulu," pesannya.

Kapolsek Bulak Sumur Kompol Sumanto membenarkan peristiwa tersebut adalah bunuh diri. Ini berdasarkan keterangan para saksi. Tepatnya tamu hingga karyawan hotel.

Diperoleh keterangan pula bahwa TSR tengah terapi psikologis. Guna mengurangi kecemasan yang dialami. Fakta ini disampaikan oleh ibu korban kepada polisi.

"Ibunya juga sudah firasatnya ada, kan ibunya itu juga di sini Sabtu pagi itu. Maksudnya, kan, psikologisnya kan terganggu to anak itu. Ada surat dari dokter juga," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News
#Terapi Psikologi #Mahasiswa UGM Bunuh diri #mahasiswa Fisipol UGM #Mental Illness