Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro menyebut, kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Awalnya api berasal dari dapur. "Kemudian meluas cepat, membakar seisi rumah," katanya kemarin (9/10).
Sementara itu, Kasiops Investigasi Kebakaran Damkar Sleman Nawa Murtiyanto menyebut, kebakaran ini diketahui warga setempat pukul 21.02. Warga yang tinggal di belakang rumah tersebut, sempat mendengar bunyi ledakan. Saat dicari, sumber suara bersumber di bagian dapur rumah gedong tersebut. Kemudian meluas ke dalam rumah dan baru merambat di bagian atap rumah. "Api diketahui ketika sudah membesar," katanya.
Saat di cek petugas, rumah dalam keadaan kosong. Penghuni saat itu sedang keluar rumah. Mengetahui adanya kebakaran, warga setempat segera melapor ke Damkar Sleman. Api juga sempat merembet ke rumah sekitarnya, dan menimbulkan kerusakan ringan.
Kobaran api berhasil dipadamkan 40 menit kemudian. Dengan mengerahkan delapan unit damkar. Yakni, empat dari unit Sleman, tiga unit milik kota, dan satu milik UGM. Selain itu dibantu dari kepolisian dan TNI. "Adapun luas objek yang terbakar diperkirakan mencapai 60 meter persegi. Dengan dampak kerugian harta benda sekitar Rp 300 juta," tandas Nawa. (mel/eno) Editor : Editor Content