Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama menjelaskan pihaknya menaruh perhatian terhadap persoalan kesehatan jiwa. Terutama bagi para kelompok rentan. Masyarakat dapat mengakses layanan psikologi dengan mudah di setiap puskesmas.
Masyarakat peserta JKN, lanjutnya, bisa mendapatkan layanan psikologi gratis melalui program Masyarakat Tangguh Sehat Jiwa (Mata Hati). Kalaupun bukan merupakan anggota JKN, masyarakat cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp. 26 ribu.
“Mata Hati dia memang tidak masuk dalam fasilitasi BPJS karena ini kami gratiskan. Ibu hamil, golongan rentan, kami gratis. Psikologi kalau berbayar Rp 26 ribu. Ini kami kembangkan kalau punya JKN. Walau tidak masuk kapitasi tetap kami gratiskan pelayanan psikologi ini,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Parasamya Sleman, Jumat (30/9).
Cahya menyebut kasus disabilitas psikososial harus ditangani secara kolaboratif. Tak hanya tenaga medis, psikolog juga turut dilibatkan. Perannya melihat kesehatan mental seseorang sebelum didiagnosis penyakit kejiawaannya.
Berawal dari hanya 6 psikolog, kini masyarakat bisa mengakses layanan psikolog di masing-masing puskesmas di Kabupaten Sleman. Bahkan ada satu puskesmas yang menugaskan hingga dua psikolog.
“Jadi untuk preventif, promotif ini akan lebih bagus ditangani oleh psikolog tadi. Di puskesmas kami ada satu tim terdiri dari dokter, perawat, psikolog, apoteker yang kami hire untuk menangani kasus disabilitas khususnya disabilitas psikososial,” katanya.
Cahya menambahkan pihaknya terus memaksimalkan pelayanan kesehatan mental bagi masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih kuat dalam menghadapi efek pandemi.
“Layanan yang bisa didapatkan adalah konsultasi dengan psikolog dan konsultasi dengan telekomunikasi. Mereka bisa akses layanan Mata Hati kami yang bisa ditindaklanjuti dengan puskesmas, datang langsung,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News