Team Manager Timnas WSDC Rahmat Nurcahyo menjelaskan World School Debating Championship (WSDC) merupakan kejuaraan debat tingkat dunia. Digelar tahunan yang mempertemukan tim debat jenjang Sekolah Menegah Atas (SMA) seluruh dunia.
"Indonesia telah mengirimkan personil terbaik dari para pelajar yang bertalenta yang luar biasa. Bukan saja dari sisi penguasaan bahasa Inggris tetapi juga penguasaan permasalahan dunia," ujarnya pada jumpa pers Rabu (17/8) di Platinum Hotel Yogyakarta.
Tim Indonesia ini dibentuk sejak Januari 2022 dan telah menjalani pelatihan nasional di bulan Juli 2022. Didukung Pusat Prestasi Nasional yang berada dibawah Kemendikbud Ristek Dikti.
Sebanyak 66 negara bakal mengikuti kejuaraan yang dilaksanakan secara daring oleh IDEA The Netherlands. Setiap negara diwakili oleh satu tim yang terdiri dari 4 hingga 6 peserta. Setidaknya ada 8 babak penyisihan dan babak eliminasi. Tim Indonesia selama babak penyisihan berhasil mendapatkan 5 poin kemenangan.
"Indonesia menang melawan Albania, Tanzania, Kamboja, Thailand, dan Taiwan. Dengan kemenangan tersebut Tim Indonesia berhasil menduduki peringkat 10 dan melaju ke babak eliminasi. Pada babak eliminasi Partial Double Octos, Indonesia berhasil mengalahkan Tim Skotlandia," jelasnya.
Ihwal penghargaan The Octofinalist yang diraih Timnas WSDC Indonesia bersifat prepared dan impromptu. Mosi debat mencakup berbagai permasalahan dunia seperti hubungan internasional, pendidikan, lingkungan, media massa, politik, ekonomi, post kolonialisme serta permasalahan dunia lainnya.
Sementara itu salah satu wakil Timnas WSDC Aurellia Sherlina Siswanto mengatakan selain penguasaan bahasa Inggris, maka yang menjadi bekal utama dalam WSDC ini adalah wawasan dalam menguasai permasalahan.
"Selain membaca berbagai sumber literasi, kita juga terus update berbagai persoalan dunia sehingga kita tidak tertinggal dengan isue dan permasalahan yang sedang trending saat ini," jelasnya. (lan/kus) Editor : Editor Content