“Kadang ada yang beli cuma satu dus. Ada yang pesen rutin tiap bulan satu dus besar, jadi isinya 24 pax. Pastinya dari mana kurang tahu, ada kebutuhan khusus kayaknya,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja (17/6).
Primus menyebut, untuk sekolah sudah beralih menggunakan spidol. Kapur tulis hanya dibeli kalangan tertentu. Meski begitu, tokonya selalu memiliki stok.
“Pembeli dari sekolah jarang. Kafe dan rumah makan masih, atau kelompok tani dan mungkin paguyuban kecil di luar sekolah,” tambahnya.
Ada dua merk yang dijual di Toko Merah, yakni kapur merk Prestasi dan merk Sarjana. Kapur didatangkan dari luar Kota Jogja. Ia menyebut tidak tahu pasti.
Kapur tulis yang didatangkan dari luar kota juga tidak rutin. Mengingat tidak banyak yang membeli. Sehingga hanya membeli jika stok sudah berkurang.
“Gak nyetok, gak mesti, tergantung produsen juga. Kalau ready ya pesen. Di luar Jogja belinya. Dari awal Toko Merah berdiri sudah jual, cuma sekarang berkurang pembeli kapur tulis,” tambahnya. (cr4/laz) Editor : Editor Content