Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Cangkringan. Guna memastikan seluruh fasilitas siap. Termasuk penerapan protokol kesehatan di setiap barak.
"Nah ini tadi kami cek barak-barak semuanya sudah siap. Ada beberapa barak yang belum bersih. Ini tadi pak lurah sudah laporan ada giat pembersihan barak-barak," jelasnya ditemui di timur bungker Kaliadem Cangkringan Sleman, Kamis (10/3).
Persiapan juga berlangsung untuk sarana pendukung. Meliputi tempat tidur, logistik hingga obat-obatan. Untuk pemenuhan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemkab Sleman.
Djaka menuturkan setiap Kalurahan di Kapanewon Cangkringan memiliki barak pengungsian. Fungsinya untuk menampung warga yang mengungsi sewaktu-waktu. Total kapasitas mampu menampung 1.000 orang.
"Ada dua tempat yang kita periksa tetapi ini nanti ada sekitar 5 keseluruhan, barak Glagaharjo, Gayam, Argomulyo, Wukir dan di Kepuh," katanya.
Pasca erupsi Gunung Merapi, warga Dusun Kalitengah Lor sempat mengungsi ke barak pengungsian Glagaharjo, Rabu malam (9/3). Total ada 193 warga, didominasi oleh lansia, anak-anak, balita dan kaum ibu. Frekuensi kedatangan warga berlangsung dari 24.00 WIB hingga 01.00 WIB.
"Tapi pada pagi hari setengah 6 (05.30 WIB) mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Total 193 orang. Rata-rata mengungsi mandiri karena sudah biasa kejadian seperti ini jadi langsung inisiatif mengungsi langsung mencari tempat aman," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News