Untuk meningkatkan perekonomian warga, Dukuh Kronggahan I, Anjas Septiawan menyulap tanah plungguh di bantaran Sungai Bedong, Padukuhan Kronggahan I menjadi kolam ikan. Lahan seluas kurang lebih 1.000 meter ini disulap jadi sebelas petak kolam berukuran 5x7 meter dan kedalaman 1,4 meter. Dan dengan kapasitas per kolamnya sebanyak 1 kuintal benih ikan. Kolam ini memanfaatkan air dari aliran sungai kecil pokoh.
"Awalnya lahan ini tak produktif, ditumbuhi ilalang dan sengon. Setelah jadi kolam kami sewakan warga setempat untuk pengembangan budidaya ikan," ungkap Anjas ditemui di lokasi, Senin (31/1).
Sejak kolam selesai dibangun pada Desember 2021, sudah tujuh kolam terisi ikan. Ada ikan lele, nila merah, bawal, patin dan gurameh. Rata-rata ikan berusia 1,5 - dua bulan. Satu sampai dua bulan lagi siap di panen.
"Dari 11 kolam yang terisi, enam kolam sudah disewa warga setempat, untuk budidaya," sebut Anjas. Oleh Anjas, kolam ini disewakan Rp 250 ribu per kolam per tahun. Harapannya, lahan ini menjadi lebih produktif, bukan hanya untuk dirinya namun dapat dimanfaatkan oleh warga setempat yang ingin berbudidaya ikan tetapi terkendala lahan. Apalagi saat ini, permintaan ikan di pasaran cenderung meningkat.
Menurutnya, permintaan ikan konsumsi semakin meningkat seiring banyaknya restoran buka. Semakin banyaknya kolam ikan di wilayah tersebut diharapkan dapat mencukupi permintaan pasar. Terutama untuk ikan konsumsi. Di samping itu, kolam juga dapat disewakan untuk pemancingan.
Ada tiga kolam utama di padukuhan ini. Selain di lokasi di atas, satu lainnya berada 200 meter ke arah barat. Satu lainnya di timur rumah sakit anak Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ke depan, kolam ikan ini akan dikembangkan untuk menunjang rintisan desa wisata. Nantinya, Padukuhan Kronggahan I dan Padukuhan Kronggahan II akan berkolaborasi mengembangkan potensi masing-masing. Salah satunya bidang perikanan ini. (mel/bah) Editor : Editor Content