RADAR JOGJA - Momen Lebaran tahun ini kembali sepi. Berdasarkan pantauan Radar Jogja di sejumlah terminal di Kabupaten Sleman, tampak para pengemudi bus lokal nglangut menunggu penumpang. Salah satunya, Sugita, 45, pengemudi Transjogja jurusan 2B saat ditemui di Terminal Condongcatur, Minggu (9/5).
Sugita, warga asal Minggir, Sleman, itu mengatakan, selama pandemi Covid-19 penumpang cenderung sepi. Aktivitas pendidikan yang mati, berdampak pada jumlah pelanggan yang didominasi mahasiswa. Ditambah melesunya kunjungan wisata, kursi penumpang semakin longgar.
Jika sekali tarik di setiap titik pemberhentian (halte bus) selalu full 48 orang, saat pandemi ini hanya mengantongi 20 persen sepanjang jalur trayek. Padahal kuota sudah dibatasi 50 persen sesuai protokol kesehatan (prokes).
“Sekarang penumpangnya rata-rata hanya pedagang pasar dan pekerja,” kata dia. Momen Lebaran yang biasanya dioptimalkan untuk meraup penumpang pariwisata, hanya harapan belaka.
Menurutnya, langkah tepat pemerintah melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro ini bagus sebagai upaya pengendalian persebaran Covid-19 ini. Di sisi lain kebijakan itu turut berdampak pada melemahnya roda perekonomian. Adanya larangan mudik juga berimbas pada akses transportasi yang sepi peminat.
Sementara pantauan bus di Terminal Jombor, selain Transjogja, masih ditemui bus ekonomi jurusan Jogja, Magelang, Semarang, dan bus Patas jurusan Semarang yang masih beroperasi di masa penyekatan pelarangan mudik antarprovinsi ini. Operator Pengelola terminal Jombor Hirmanjaya menyebut, ada 11 armada bus yang saat ini masih beroperasi. Terdiri atas enam armada bus ekonomi dan bus patas enam unit. Sementara AKAP, sudah tidak beroperasi sejak 6 Mei.
“Meski lintas provinsi, bus ini masih boleh beroperasi. Karena kantongi stiker dari kementrian perhubungan,” ujarnya. Kendati begitu, penumpang yang diizinkan naik bus ini mereka yang hanya mengantongi ketentuan izin perjalanan. Yakni izin perjalanan bekerja atau dinas. Juga junjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau takziah dan ibu hamil atau kepentingan bersalin.
“Penumpang ada, rata-rata pekerja,” ungkapnya. Demikian pula jumlah penumpang setiap busnya sangat sedikit. Tak lebih dari 10 orang sekali jalan dari Terminal Jombor. (mel/laz) Editor : Editor Content