Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Imbas Tol dan Program Mudik Gratis, Animo Pemudik Menggunakan Bus di Terminal Jombor Sleman, Lesu

Iwan Nurwanto • Senin, 23 Maret 2026 | 17:56 WIB

Situasi di Terminal Jombor pada Senin (23/3/2026) sore. Agen bus mencatat ada penurunan signifikan jumlah pemudik pada lebaran tahun ini.
Situasi di Terminal Jombor pada Senin (23/3/2026) sore. Agen bus mencatat ada penurunan signifikan jumlah pemudik pada lebaran tahun ini.

JOGJA - Minat pemudik untuk menggunakan moda transportasi bus antar kota antar provinsi (AKAP) diketahui lesu. Agen perusahaan otobus (PO) mengungkap penurunan jumlah penumpang sejak dua tahun terakhir.

Ketua Paguyuban Agen Bus Malam (Pabima) Terminal Jombor Ambaryanti mengatakan, di musim lebaran tahun ini untuk jumlah penumpang bus untuk perjalanan ke Jogjakarta tercatat hanya sekitar 100-an penumpang. Sementara untuk arus balik kemungkinan baru mengalami kenaikan di akhir pekan mendatang.

Yanti sapaannya mengungkapkan, turunnya jumlah penumpang bus terasa selama dua tahun terakhir. Pada lebaran tahun 2024 animo pemudik yang menggunakan moda transportasi bus mencapai hingga 200-an penumpang.

“Dua tahun ini penurunannya banyak banget, mendekati masa arus balik saja turun sampai 50 persen sejak dua tahun lalu,” ujar Yanti saat ditemui di Terminal Jombor, Senin (23/3/2026).

Pemilik Agen Bus Winda ini menilai, ada berbagai faktor yang menyebabkan penurunan jumlah penumpang. Penyebab utama karena kondisi ekonomi yang menurun. Sehingga membuat banyak masyarakat tidak melakukan perjalanan pulang kampung.

Kemudian penyebab lainnya, kata dia, bisa dikarenakan karena banyaknya program mudik gratis. Alhasil pemudik pun tidak membeli tiket bus konvensional. 

Yanti menyatakan, bahwa beroperasinya tol menuju Jogjakarta juga membuat banyak pemudik tidak memanfaatkan moda transportasi umum. Lantaran lebih menyewa mobil atau menggunakan kendaraan pribadi.

“Saat ini pergerakan bus di Terminal Jombor hanya berkisar 20 hingga 30 unit per hari, sehingga terminal tidak terlihat padat,” katanya.

Menurut Yanti, di musim mudik lebaran tahun ini rute perjalanan menuju Sumatra masih menjadi primadona. Sementara untuk tujuan kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya belum terlalu signifikan pemesanan tiketnya.

Dia memprediksi lonjakan penumpang baru akan terjadi tiga hari mendekati akhir liburan. Seperti tanggal 27, 28, dan 29 Maret 2026. Selama periode tersebut agen bus berharap bisa mendapatkan hasil maksimal dengan capaian penumpang dari 150 sampai 200 orang per hari.

“Kami siasatnya mempertahankan pelanggan yang sudah ada supaya bisa mengajak teman-temannya di Jogja untuk naik bus,” beber Yanti.

Baca Juga: Hari Pindah, Bukan Hari Jadi, HUT ke-42 Kota Mungkid Diperingati Sederhana

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY Rizki Budi Utomo mengungkapkan, pada Senin (22/3/2026) jumlah bus yang berangkat lewat Terminal Jombor mencapai 375 unit. Sementara untuk bus yang datang tercatat 135 unit.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan Minggu (21/3/2026). Pada hari kedua lebaran itu pihaknya mencatat ada 263 unit bus yang berangkat dan 104 bus yang datang ke Terminal Jombor.

Sementara sebelum memasuki lebaran, Dishub DIY mencatat peningkatan signifikan pada tanggal 18 Maret 2026. Jumlah bus yang berangkat dari Terminal Jombor sebanyak 875 unit dan yang datang ada 241 unit.

“Untuk data akan kami selalu update setiap hari,” imbuh Rizki. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Terminal Jombor #Tol Purwomartani #Jombor sleman #Penumpang Bus #menurun