Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini? 19 Kali Luncuran Lava dan Ratusan Gempa Hybrid Terjadi

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50 WIB

Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah masih menunjukkan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis (19/3/2026) pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, gunung dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mengalami puluhan kali guguran lava dengan jarak luncur mencapai 1.7 kilometer ke arah barat daya.

Status Gunung Merapi masih ditetapkan pada Level III (Siaga) . Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya yang telah direkomendasikan.

Sepanjang hari Kamis, aktivitas visual dan kegempaan Gunung Merapi didominasi oleh guguran lava dan gempa hybrid yang mengindikasikan suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung. Data ini diperoleh dari laporan periodik MAGMA-VAR yang dikeluarkan oleh KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG .

Guguran Lava Capai 1.700 Meter ke Kali Sat/Putih

Secara visual, cuaca di puncak Merapi terpantau cerah hingga berawan dengan angin bertiup tenang ke arah timur. Kondisi gunung sempat tertutup kabut 0-I hingga kabut 0-III, namun puncak sempat terlihat jelas pada beberapa waktu.

Petugas pengamat mencatat adanya asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis. Ketinggian asap mencapai 100 meter di atas puncak kawah.

Fenomena yang paling dominan teramati secara visual adalah 19 kali guguran lava. Lava pijar tersebut meluncur ke arah Barat Daya, mengarah ke aliran Kali Sat/Putih dan Kali Krasak . Jarak luncur maksimum yang tercatat mencapai 1.700 meter dari puncak.

Ratusan Gempa Hybrid Menandai Suplai Magma

Dari data kegempaan, BPPTKG mencatat berbagai jenis gempa dengan fluktuasi energi yang signifikan:

· Gempa Guguran: Terjadi 81 kali dengan amplitudo 2-23 mm dan durasi 20.86 hingga 191.27 detik.

· Gempa Hybrid/Fase Banyak: Jumlahnya mencapai 85 kali, menjadi yang tertinggi pada periode ini. Amplitudo tercatat antara 2-56 mm dengan durasi 7.07 hingga 74.67 detik. Tingginya jumlah gempa hybrid ini mengindikasikan pergerakan magma di kedalaman menuju permukaan .

· Gempa Vulkanik Dangkal: Tercatat 1 kali dengan amplitudo 18 mm.

· Gempa Tektonik Jauh: Tercatat 1 kali yang berasal dari aktivitas tektonik lempeng jauh dari tubuh gunung.

Zona Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG

Dengan status Level III (Siaga), BPPTKG mengeluarkan rekomendasi resmi yang wajib dipatuhi oleh masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten .

Potensi Bahaya Terkini:

1. Sektor Selatan - Barat Daya: Masyarakat diimbau menjauhi kawasan Sungai Boyong hingga jarak maksimal 5 km dari puncak. Untuk aliran Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng, radius bahaya mencapai 7 km.

2. Sektor Tenggara: Waspada terhadap aliran Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km .

3. Ancaman Eksplosif: Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik (batu pijar) diprediksi dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Imbauan untuk Warga:

· Dilarang beraktivitas di dalam radius zona bahaya yang telah ditetapkan.

· Waspada terhadap bahaya Lahar dan Awan Panas Guguran (APG) , terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

· Antisipasi potensi gangguan akibat hujan abu vulkanik jika arah angin berubah. Siapkan masker dan kacamata pelindung.

· Data pemantauan saat ini menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi terjadinya awan panas guguran masih tinggi. 

BPPTKG memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas gunung yang menjadi salah satu gunung teraktif di Indonesia ini.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status Level III (Siaga) akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Merapi Hari Ini #lava pijar gunung merapi #awan panas guguran gunung merapi