Pembukaan dilakukan dengan flag off bendera dan pelintasan sejumlah kendaraan kepolisian. Pantauan Radar Jogja di lokasi, sebelum tol dibuka sudah banyak kendaraan yang antre di ruas Jalan Jogja-Solo untuk meninggalkan DIY.
Mobil-mobil yang berhenti untuk menunggu masuk ke tol ini juga sempat menimbulkan kepadatan di jalan.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) Rudy Hardiansyah menjelaskan, kecepatan melintasi tol fungsional sepanjang 12,225 kilometer ini dibatasi maksimal 40 kilometer per jam.
Waktu tempuh dari Purwomartani menuju Prambanan jadi sekitar sepuluh menit. Lebih singkat dibandingkan lewat jalan biasa yang bisa 30 hingga 40 menit.
"Kami membuka tiga gardu dan telah menyediakan enam mobile reader apabila terjadi kepadatan yang cukup tinggi," katanya ditemui di sela-sela pembukaan.
Tol yang akan dibuka hingga Minggu (29/3) ini dibuka fungsional satu arah sejak pukul 06.00 hingga 18.00.
Hanya saja hal ini akan terus situasional. Berpotensi dibuka lebih lama atau lebih cepat tergantung situasi di lapangan. Sesuai dengan diskresi dari kepolisian terkait manajemen lalu lintas.
Tol ini digunakan khusus untuk golongan I non bus. Rudy menyebut, pertimbangan utama dikhususkan untuk kendaraan kecil karena karena kondisi jalan yang masih belum selesai sempurna seratus persen.
Jadi, perlu dilakukan pembatasan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
Dia memprediksi puncak arus mudik tol ini baru akan terjadi pada 18 Maret dengan jumlah kendaraan 17.000.
Sementara untuk arus balik pada 24 Maret dengan jumlah lebih tinggi, sekitar 24.000 kendaraan.
Prediksi ini sesuai dengan pantauan trafik kendaraan yang melalui segmen Jalan Jogja-Solo. Lantaran hingga kini baru ada peningkatan tipis dan masih di bawah kepadatan normal.
"Kalau dari tren biasanya pemudik banyak setelah sore jelang berbuka atau setelah sahur di pagi hari," tambahnya.
Dia menjelaskan, untuk kendaraan yang lewat jalan tol fungsional ini memang gratis.
Hanya saja tetap diwajibkan untuk tapping kartu tol menyamakan sistem di segmen-segmen yang lain.
Baru ketika kendaraan sudah terurai maka tol fungsional akan dibuka kembali.
"Kami juga ada pos pantai di depan jalan arteri untuk memantau panjangnya antrian gerbang tol sampai jalan. Makanya pos ada di ujung," katanya. (del)
Editor : Bahana.