SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) tetap tinggi pada Sabtu (14/3/2026). Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya 1 kali awan panas guguran (APG) serta ratusan guguran lava dalam periode pengamatan 00.00–24.00 WIB.
Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunung Api (MAGMA-VAR) periode tersebut, visual menunjukkan gunung jelas hingga kabut ringan (0-I hingga 0-III). Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati setinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.
Kegempaan didominasi:
- 1 kali awan panas guguran (amplitudo 16 mm, durasi 135,18 detik),
- 132 kali guguran (amplitudo 2-29 mm, durasi 43,5-189,1 detik),
- 102 kali hybrid/fase banyak (amplitudo 2-42 mm, durasi 12,63-59,82 detik),
- 1 kali low frekuensi,
- 2 kali tektonik jauh.
Secara visual, teramati 1 kali awan panas guguran ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur 1.500 meter. Selain itu, terjadi 35 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Kondisi meteorologi berawan hingga mendung disertai hujan, angin tenang ke barat dan timur, suhu 17,5-27°C, kelembaban 62-96,4%, tekanan udara 872,3-916,1 mmHg, dan curah hujan 2 mm/hari.
Status aktivitas Gunung Merapi tetap pada Level III (Siaga). Suplai magma masih berlangsung, berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut di dalam zona bahaya.
Rekomendasi BPPTKG:
1. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km. Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Lontaran material vulkanik jika letusan eksplosif hingga radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya.
3. Waspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
4. Antisipasi gangguan abu vulkanik dari erupsi.
5. Jika terjadi perubahan signifikan, status akan dievaluasi ulang.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan BPPTKG dan pemerintah daerah setempat. Pantau update resmi melalui situs magma.esdm.go.id atau media sosial PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin