SLEMAN - Lebaran jadi momen masyarakat untuk bisa pulang kampung. Sekaligus berwisata di berbagai destinasi.
Kesiapan fasilitas penunjang pariwisata jadi hal krusial demi menjamin keamanan para wisatawan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Heri Kuntadi menjelaskan, salah satu wisata unggulan Bumi Sembada adalah Lava Tour Merapi dengan menggunakan mobil jip.
Selama periode Januari hingga Maret ini telah dilakukan ramp check pada 119 jip.
"Hasilnya yang lolos hanya 113. Jadi ada enam yang enggak lolos," katanya ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/3/2026).
Heri menerangkan, pengecekan ini adalah program tindak lanjut dari periode sebelumnya, yakni saat natal dan tahun baru.
Saat akhir tahun 2025 lalu dilakukan ramp check pada 1.018 jip dan ditemui 21 armada yang tidak layak beroperasi.
Dalam hal ini turut dilakukan monitoring agar jip yang tidak layak ini benar-benar tidak dioperasikan.
Sementara pengecekan kali ini dia sebut menyasar pada kendaraan yang berbeda di banding akhir tahun lalu tadi.
Hasil pengecekan ini dapat dilihat dari stiker yang dipasang pada jip.
Hijau berarti layak beroperasi, kuning bermakna kendaraan perlu perbaikan, sementara stiker merah berarti kendaraan tidak layak jalan.
Ada berbagai faktor yang menyebabkan kendaraan tidak layak. Heri menyebut ada bagian kaki-kaki jip yang tidak lagi kuat dan baik. Padahal, jalur yang dilewati adalah tracking off road.
"Kalau kaki-kakinya enggak kuat nanti ya bisa terjadi kecelakaan," ucapnya.
Baca Juga: Pengadaan Barang/Jasa untuk Pelaku UMKM
Faktor lainnya ada kelistrikan kendaraan. Ketika bermasalah bisa menyebabkan jip mogok dan berpotensi mengalami kecelakaan juga.
Heri juga menyoroti rem jip yang harus benar-benar layak. Agar saat digunakan tidak blong dan membahayakan pengendara.
"Harapan kami nanti ke pengguna wisata bisa menggunakan jasa jip yang sudah bertanda stiker hijau tadi," tambahnya.
Baca Juga: Genjot Transaksi Nontunai di Berbagai Sektor, Pemkot Jogja Siapkan Layanan Joki
Sementara itu, Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat, Dardiri menjelaskan, selama Ramadan saat pengunjung jip sepi ini digunakan untuk peremajaan kendaraan.
Mulai dari pembenahan kendaraan di bengkel hingga memperbarui cat kendaraan yang sudah jelek.
"Kalau kunjungan lebaran biasanya tidak sebanyak saat Nataru," katanya. (del)