Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Imbas Efisiensi Anggaran, Pasar Lebaran 2026 Tak Digelar Tahun: Diganti dengan Ini..

Delima Purnamasari • Kamis, 5 Maret 2026 | 21:25 WIB

Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman Sri Wahyuni Budiningsih.
Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman Sri Wahyuni Budiningsih.

SLEMAN - Pasar Lebaran jadi program tahunan yang biasanya digelar oleh Pemkab Sleman. Namun, ajang promosi bagi para pemilik usaha mikro tersebut tak digelar tahun ini.

Penghapusan dilakukan karena tak adanya anggaran imbas efisiensi.

Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman Sri Wahyuni Budiningsih menjelaskan, anggaran untuk penyelenggaraan Pasar Lebaran ini setidaknya membutuhkan Rp 98 juta.

Kegiatan biasanya digelar selama tiga hari. Tidak hanya sebagai tempat penjualan produk, tetapi juga diikuti berbagai program pendukung. Misalnya, lomba-lomba dan kegiatan hiburan.

"Jadi sebagai daya ungkit agar orang mau datang ke satu titik lalu membeli produk-produk," katanya ditemui di Kompleks Pemkab Sleman, Kamis (5/3/2026).

Lantaran efisiensi anggaran setiap organisasi perangkat daerah sejumlah 62 persen, program unggulan ini terpaksa dihapus.

Sehingga, Pasar Lebaran akan digantikan pembuatan katalog digital. Di dalamnya akan berisi daftar-daftar produk yang dijual para pemilik usaha di Bumi Sembada.

Nantinya akan diikuti dengan surat edaran dari bupati sebagai arahan untuk mau melariskan dagangan ini.

"Secara jangkauannya tentu katalog digital ini lebih luas. Harapannya semuanya bisa mengindahkan imbauan bupati," ujar dia.

Baca Juga: Dedikasi Kader dan Dukungan AHM Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan Desa

Menurutnya, upaya promosi semacam ini sangat penting. Dengan adanya 110.704 usaha mikro di Sleman, mereka tidak hanya butuh fasilitasi dan pendampingan. Hal terpenting justru agar bisa dibeli dan dilarisi.

Pembuatan katalog digital adalah upaya tak patah arang di tengah pemangkasan anggaran.

"Sebagus apapun program fasilitasi, kalau tidak dilarisi tidak akan berkembang," jelasnya.

Baca Juga: Pencarian Korban Banjir Lahar di Kabupaten Magelang Masih Nihil, Basarnas Bakal Perluas Area Pencarian

Sementara itu, salah satu pelaku usaha di Sleman, Dian Ratnawati mengaku, dorongan pemerintah memang sangat diperlukan dalam mengembangkan usaha. Terlebih, persaingan usaha saat ini begitu ketat. 

"Dulu saya punya kios, tapi karena banyak saingan sekarang buat sesuai pesanan saja," ucapnya. (del/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pasar Lebaran #katalog digital #Imbas Efisiensi Anggaran #Sleman #Daftar Produk