Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Khawatir! Alokasi Gas Elpiji Tiga Kilogram di Sleman pada 2026 Capai 15,6 Juta Tabung, Pasokan Aman jelang Lebaran

Delima Purnamasari • Kamis, 5 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pemkab Sleman melakukan pemantauan gas elpiji 3 kilogram di dua agen di Sleman Kamis (5/3/2026). Pemkab memastikan ketersediaannya aman menjelang Lebaran.
Pemkab Sleman melakukan pemantauan gas elpiji 3 kilogram di dua agen di Sleman Kamis (5/3/2026). Pemkab memastikan ketersediaannya aman menjelang Lebaran.

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram (kg) aman menjelang Idul Fitri 1447 H.

Bahkan, pemkab menambah kuota fakultatif 219.360 tabung pada Maret ini untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.

Pemantauan dilakukan langsung oleh jajaran Pemkab Sleman di sejumlah titik distribusi, yakni agen PT Expra Baru di Nogotirto dan pangkalan Fajar Group Grosir di Balecatur, Kamis (5/3/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto mengatakan, alokasi kuota elpiji 3 kg untuk wilayah Sleman pada 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT). Jumlah ini setara dengan 15.671.333 tabung.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan saat hari libur nasional, pemkab juga telah mengajukan tambahan kuota fakultatif secara bertahap.

Pada Maret ini jumlahnya mencapai 219.360 tabung. Tambahan ini untuk mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

Diharapkan kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro dapat terpenuhi dengan baik.

"Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan elpiji melon. Kami mengajukan tambahan kuota untuk menutup kekosongan pengiriman saat hari libur nasional,” ujarnya di sela-sela tinjauan.

Terkait harga, dia menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) untuk gas melon tetap stabil mengacu pada keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024.

Harga di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp 18.000 per tabung. Sementara untuk distribusi didukung oleh 38 agen dan 2.802 pangkalan di seluruh Bumi Sembada.

Aspek perlindungan konsumen dia sebut juga menjadi prioritas. Hal ini dilakukan melalui pengecekan ketepatan volume gas oleh UPTD Metrologi Legal.

Berdasarkan hasil pengecekan sampel secara acak dari tingkat SPPBE hingga pengecer, volume elpiji 3 kg yang beredar di wilayah Sleman masih memenuhi ambang batas yang ditetapkan, yaitu 8 kg dengan toleransi plus-minus 90 gram.

Baca Juga: Pencarian Korban Banjir Lahar di Kabupaten Magelang Masih Nihil, Basarnas Bakal Perluas Area Pencarian

“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isi tabung karena pengawasan takaran terus kami lakukan secara ketat," tegasnya.

Apabila nantinya ditemukan indikasi kecurangan takaran atau kelangkaan stok, masyarakat diminta segera melapor.

Salah satunya lewat kanal Lapor Sleman untuk dilakukan tindaklanjut.

Baca Juga: PAW Lima Lurah Sleman Dilakukan Tahun Ini, Coblosan Dilakukan Perwakilan Masyarakat

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengimbau agar masyarakat bisa belanja sesuai kebutuhan. Tidak perlu panik dan berlebihan.

"Harapannya bisa mengatur ekonomi secara matang agar tidak menimbulkan hal-hal yang mengkhawatirkan," pesannya. (del/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Gas elpiji 3 kilogram #pemantauan #Pemkab Sleman #jelang lebaran #gas melon #pasokan aman