Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

[TERBARU] 112 Kali Guguran Lava dan 48 Gempa Hybrid: Aktivitas Gunung Merapi Siaga Masih Tinggi, Warga Diimbau Waspada

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 5 Maret 2026 | 05:39 WIB

Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berstatus Level III (Siaga) masih menunjukkan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Selasa (4/3/2026), terjadi ratusan kali gempa guguran lava serta puluhan gempa hybrid yang menandakan suplai magma dari dalam perut gunung masih aktif .

Data ini menjadi perhatian serius, apalagi setelah peristiwa tragis banjir lahar hujan pada hari sebelumnya (3/3/2026) yang menewaskan tiga penambang pasir di aliran Sungai Senowo, Kabupaten Magelang .

Rentetan Gempa dan Guguran Lava

Selama 24 jam pengamatan mulai Rabu dini hari hingga Kamis pagi, BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan yang didominasi oleh gempa guguran. Berikut rincian lengkap aktivitas Gunung Merapi pada periode tersebut:

· Gempa Guguran: Terjadi sebanyak 112 kali dengan amplitudo 2-33 mm dan durasi 29.95-221.21 detik.

· Gempa Hybrid/Fase Banyak: Tercatat 48 kali dengan amplitudo 2-38 mm, durasi 7.45-50.06 detik, dan selang waktu S-P 0.2-0.8 detik.

· Gempa Vulkanik Dangkal: Terjadi 3 kali dengan amplitudo 8-11 mm dan durasi 8.17-18.57 detik.

Selain kegempaan, tim pengamat juga memvisualisasikan 22 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter. Material lava tersebut mengarah ke aliran sungai utama di sektor selatan dan barat daya, yakni Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.

Potensi Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG

Dengan status Siaga, BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang harus dipatuhi masyarakat. Potensi bahaya saat ini masih berpusat pada guguran lava dan awanpanas guguran (APG).

Daerah yang perlu diwaspadai meliputi:

· Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

· Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

Rekomendasi untuk masyarakat:

1. Dilarang beraktivitas di dalam radius dan sektor daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.

2. Waspada lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi. Hal ini mengingat pada Selasa (3/3) lalu, hujan deras memicu lahar dingin yang menerjang beberapa sungai seperti Gendol, Apu, Trising, Senowo, dan Pabelan .

3. Antisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi.

4. Pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi awanpanas guguran masih tinggi.

Cuaca di sekitar gunung pada hari pengamatan bervariasi mulai dari mendung, cerah, hingga hujan. Dengan volume curah hujan mencapai 21 mm per hari, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penambangan di aliran sungai yang berhulu di Merapi, mengingat risiko lahar dingin yang sangat tinggi .

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, sebelumnya menegaskan bahwa sistem peringatan dini (early warning system) telah aktif, dan masyarakat harus segera menjauh dari bantaran sungai jika hujan turun di puncak . Tingkat aktivitas Merapi akan terus dievaluasi dan dapat berubah jika terjadi peningkatan signifikan. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Gunung Merapi #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #lava pijar merapi