SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan intensitas yang tinggi. Berdasarkan laporan aktivitas periode 17 Februari 2026, tercatat sebanyak 25 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak Merapi menuju arah Barat Daya.
Pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 2.000 meter (2 km) yang mengarah ke hulu Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.
Kondisi Visual dan Meteorologi
Meskipun puncak Merapi sering tertutup kabut (skala 0-III), asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal setinggi 25 meter di atas puncak. Kondisi meteorologi di sekitar gunung didominasi cuaca mendung dan hujan dengan volume curah hujan mencapai 25 mm per hari.
"Suplai magma saat ini masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis laporan resmi yang disusun oleh petugas pengamat Ngadiyo dan Tri Mujiyanta.
Data Kegempaan Meningkat
BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan yang cukup masif dalam kurun waktu 24 jam, di antaranya:
Gempa Guguran: 102 kali (Amplitudo 2-26 mm).
Gempa Hybrid/Fase Banyak: 87 kali (Amplitudo 2-38 mm).
Gempa Vulkanik Dangkal: 3 kali.
Gempa Low Frekuensi: 1 kali.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta untuk mematuhi radius bahaya yang telah ditetapkan:
Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak gunung.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Merapi diimbau untuk mewaspadai bahaya lahar dingin dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan. Selain itu, warga diharapkan selalu siap sedia masker untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi besar. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin