SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan eskalasi. Berdasarkan laporan terbaru periode pengamatan Rabu (11/02/2026), tercatat satu kali luncuran Awan Panas Guguran (APG) dengan durasi 140,5 detik.
Tak hanya awan panas, guguran lava pijar juga teramati sebanyak 7 kali ke arah Barat Daya (Kali Sat, Putih, Krasak, dan Boyong) dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 km).
Gempa Guguran Mendominasi
BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) mencatat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi di perut Merapi. Sepanjang 24 jam terakhir, terjadi 91 kali gempa guguran dengan amplitudo hingga 23 mm.
"Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung. Hal ini memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis penyusun laporan, Suratno dan Yulianto dalam rilis resmi MAGMA-VAR.
Selain gempa guguran, terekam juga:
* 74 kali gempa Hybrid/Fase Banyak
* 9 kali gempa Vulkanik Dangkal (dengan amplitudo hingga 80 mm)
* 1 kali Awan Panas Guguran
Rekomendasi dan Zona Bahaya
Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, terutama terhadap ancaman lahar dingin saat terjadi hujan di puncak gunung.
Berikut adalah pembagian zona bahaya radius aman menurut BPPTKG:
* Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km).
* Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
* Radius Erupsi Eksplosif: 3 km dari puncak.
Waspada Gangguan Abu Vulkanik
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten dihimbau untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik. Selalu siapkan masker dan kacamata pelindung jika terjadi erupsi eksplosif atau guguran awan panas yang signifikan.
BPPTKG menegaskan akan terus meninjau kembali status aktivitas jika terjadi perubahan data yang signifikan dari pos pengamatan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin