Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Update Gunung Merapi 12 Februari 2026: Terjadi 91 Kali Gempa Guguran, Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Lava Capai 2.000 Meter

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 12 Februari 2026 | 07:23 WIB
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.

SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan eskalasi. Berdasarkan laporan terbaru periode pengamatan Rabu (11/02/2026), tercatat satu kali luncuran Awan Panas Guguran (APG) dengan durasi 140,5 detik.

Tak hanya awan panas, guguran lava pijar juga teramati sebanyak 7 kali ke arah Barat Daya (Kali Sat, Putih, Krasak, dan Boyong) dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 km).

Gempa Guguran Mendominasi

BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) mencatat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi di perut Merapi. Sepanjang 24 jam terakhir, terjadi 91 kali gempa guguran dengan amplitudo hingga 23 mm.

"Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung. Hal ini memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis penyusun laporan, Suratno dan Yulianto dalam rilis resmi MAGMA-VAR.

Selain gempa guguran, terekam juga:

 * 74 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

 * 9 kali gempa Vulkanik Dangkal (dengan amplitudo hingga 80 mm)

 * 1 kali Awan Panas Guguran

Rekomendasi dan Zona Bahaya

Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, terutama terhadap ancaman lahar dingin saat terjadi hujan di puncak gunung.

Berikut adalah pembagian zona bahaya radius aman menurut BPPTKG:

Baca Juga: Sosialisasi ke Warga dan Pemilik Usaha, DLH Kulon Progo dan Panitikismo Pakualaman Tegaskan Area Greenbelt Dilarang Dirusak

 * Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km).

 * Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

 * Radius Erupsi Eksplosif: 3 km dari puncak.

Waspada Gangguan Abu Vulkanik

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten dihimbau untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik. Selalu siapkan masker dan kacamata pelindung jika terjadi erupsi eksplosif atau guguran awan panas yang signifikan.

BPPTKG menegaskan akan terus meninjau kembali status aktivitas jika terjadi perubahan data yang signifikan dari pos pengamatan. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Merapi pagi ini #guguran awan panas #Gunung Merapi #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #lava pijar