Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran Jarak 1,5 Km ke Arah Kali Sat/Putih pada Minggu Dini Hari, Status Tetap Siaga Level III

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 8 Februari 2026 | 08:42 WIB
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.

SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Minggu dini hari. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadinya awan panas guguran (wedhus gembel) pada pukul 02.59 WIB dengan jarak luncur mencapai 1.500 meter.

Awan panas tersebut mengarah ke barat daya, tepatnya ke hulu Kali Sat atau Kali Putih, dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 162,1 detik.

Sepanjang periode pengamatan 7 Februari 2026 mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, aktivitas kegempaan di Merapi tercatat sangat tinggi.

Selain satu kejadian awan panas guguran yang dilaporkan pagi ini, terdapat dua kejadian awan panas guguran lainnya dengan amplitudo 5 hingga 12 mm dan durasi antara 86 hingga 102 detik.

Guguran lava juga mendominasi dengan 104 kejadian yang memiliki amplitudo 2 hingga 39 mm serta durasi hingga hampir 195 detik.

Selain itu, tercatat 85 kali gempa hybrid atau fase banyak, satu gempa vulkanik dangkal, dan satu gempa tektonik jauh.

Secara visual, gunung tampak berkabut dengan ketebalan kabut bervariasi.

Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati setinggi 50 meter di atas puncak kawah. Guguran lava juga terpantau sebanyak 14 kali mengarah ke barat daya, meliputi Kali Krasak, Kali Sat/Putih, dan Kali Boyong, dengan jarak luncur terjauh mencapai 2.000 meter.

Kondisi cuaca di sekitar gunung berawan hingga mendung disertai hujan, suhu udara berkisar 17,4 hingga 23,3 derajat Celsius, kelembaban udara sangat tinggi antara 67 hingga 99 persen, dan curah hujan mencapai 21 mm dalam sehari.

Status aktivitas Gunung Merapi saat ini tetap berada pada Level III atau Siaga sejak 5 November 2020.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga potensi terjadinya awan panas guguran lebih lanjut masih terbuka di dalam zona bahaya.

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di kawasan potensi bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong hingga 5 km, Sungai Bedog, Krasak, serta Bebeng hingga 7 km, dan sektor tenggara yang mencakup Sungai Woro hingga 3 km serta Sungai Gendol hingga 5 km.

Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan deras di sekitar gunung, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang mungkin tersebar.

Perkembangan aktivitas Gunung Merapi dapat dipantau secara langsung melalui tautan live streaming https://bit.ly/MerapiLiveStr, channel WhatsApp resmi Badan Geologi di https://bit.ly/BadanGeologiWAChannel, serta situs MAGMA Indonesia https://magma.esdm.go.id.

Masyarakat di sekitar lereng Merapi diharapkan tetap tenang namun selalu waspada dan mematuhi rekomendasi demi keselamatan bersama. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Wedus Gembel #wedhus gembel #awan panas guguran #Merapi Hari Ini