SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman optimistis cek kesehatan gratis (CKG) bisa memenuhi target mencapai 46 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 500 ribu warga pada 2026.
Dengan begitu, semakin banyak penyakit bisa dideteksi dini dan kemungkinan sembuhnya dapat lebih besar.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Seruni Angreni Susila mengatakan, optimistisme itu didasarkan pada capaian 2025 yang pada praktiknya sudah melampaui target.
Sejumlah 36 persen penduduk atau setara sekitar 440 ribu orang telah melakukan CKG.
"Sebelum ada CKG, kami bahkan sudah berupaya memberi skrining sesuai siklus hidup. Baik untuk ibu hamil maupun lansia," katanya ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Dalam layanan CKG ini ada berbagai parameter kesehatan yang disediakan. Mulai dari pemeriksaan gigi dan mulut, cek gula, asam urat, kanker payudara, kanker leher rahim, hingga deteksi dini kesehatan jiwa dengan alat heart rate variability (HRV).
Penggunaan teknologi mutakhir itu dia sebut menunjukkan standar kualitas skrining yang lebih tinggi. Termasuk sebagai cara menarik minat usia produktif untuk ikut serta.
"Barangkali kalau hanya ditanya-tanya saja kurang. Tapi dengan HRV bisa tau penyebabnya, seperti kurang tidur atau kurang aktivitas," jelasnya.
Apabila penduduk yang menjalani CKG ternyata ditemui faktor risiko penyakit, nantinya puskesmas akan memberikan surat rujukan.
Standar operasional prosedur ini sebagai upaya agar ada tindak lanjut. Jadi, tidak sekadar pemeriksaaan saja.
Seruni menyebut, tanpa membawa surat rujukan masyarakat juga tetap bisa melakukan pemeriksaan lanjutan.
"Hal ini dengan menunjukkan rapot kesehatan di aplikasi satu sehat dan hasil CKG-nya. Nanti itu kelihatan kalau obesitas, tekanan darah tinggi, atau segala macem," ucapnya. (del/wia)