Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Temuan PMK di Sleman Satu hingga Dua Kasus Setiap Minggu Disebut Masih Terkendali

Delima Purnamasari • Selasa, 27 Januari 2026 | 21:00 WIB

 

Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto
Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto

SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat masih ada kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bumi Sembada. Tiap satu minggu tercatat ada satu hingga dua temuan. Meski demikian, dipastikan kasus masih terkendali dan tidak akan menyebar luas. 

Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto menjelaskan, vaksinasi sampai saat ini masih terus berjalan. Satgas PMK terus bertugas, koordinasi pengendalian PMK dari lintas provinsi juga terus aktif untuk memantau. Dia menyebut, vaksinasi pertama saja sudah mencapai 90 persen populasi ternak. Capaian ini tertinggi di DIY. 

"Jadi, tidak berpotensi menyebar luas. Aman dan masih terkendali," katanya saat dikonfirmasi Selasa (27/1). 

Walau demikian, untuk vaksinasi kedua memang ada sedikit penolakan lantaran adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Misalnya, demam, turunnya nafsu makan, hingga pembengkakan di area suntikan. Peternak memilih tidak melakukan vaksinasi lanjutan karena merasa kasian dengan sapinya. 

Rofiq menyebut, pada prinsipnya terus dilakukan komunikasi dan edukasi untuk meningkatkan kepesertaan vaksinasi. Terlebih, hingga 2026 ini masih mendapat jatah vaksin PMK meski jumlah persisnya belum dipastikan. 

"Kami tetap siagakan sehingga kejadian PMK tetap landai saja. Namanya virus itu tetap ada," tambahnya. 

Dia menilai, kasus-kasus PMK yang ditemukan di Kabupaten Sleman diawali dari ternak yang didatangkan dari luar daerah. Jadi, kewaspadaan di Pasar Hewan Gamping ditingkatkan dengan kewajiban ternak untuk melakukan pemeriksaan. 

 

Sementara itu, salah satu peternak sapi perah Supadi menyebut, produksi susu dari sapi yang pernah mengalami PMK dipastikan lebih rendah dibanding sebelumnya. Penurunannya bahkan bisa tinggal setengahnya. "Dari sebelumnya 30 liter, bisa tinggal 15 liter saja," katanya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#DP3 Sleman #Pasar hewan gamping #ternak #PMK #terkendali #DIY #Kabupaten Sleman #Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) #kasus #vaksinasi