Kalurahan Maguwoharjo di Kabupaten Sleman masuk dalam wilayah perkotaan. Memang tidak sepadat dua kalurahan lain di Kapanewon Depok, yakni Caturtunggal dan Condongcatur.
Namun, di sini jadi tempat berdirinya berbagai bangunan strategis. Di antaranya, Waterboom Jogja, Maguwoharjo International Stadium, hingga Bandar Udara Adisutjipto.
Carik Maguwoharjo Heri Santoso menjelaskan, wilayahnya memang padat. Namun, tetap bisa ditemukan spot-spot tanah kosong. Lokasi semacam ini yang dia inginkan untuk dibangun menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
Salah satu yang dicanangkan adalah membentuk Taman Edukasi Maguwoharjo di atas tanah kas desa di Padukuhan Sembego. "Memang program ruang terbuka ini harus dihidupkan. Walau sebenarnya kami masih merintis juga," terangnya ditemui di ruangannya, Jumat (23/1).
Heri membayangkan RTH ini akan diberikan fasilitas permainan. Jadi, anak-anak bisa memiliki ruang bermain yang aman dan nyaman. Tidak hanya sebagai jantung kota dan tempat berteduh, RTH ini dicanangkan akan terintegrasi dengan berbagai elemen pendukung.
Diharapkan bisa memberi multi efek ekonomi pada masyarakat maupun pemerintah kalurahan sendiri. Salah satunya dengan membangun kios-kios untuk disewa. Harapannya berbagai produk lokal olahan masyarakat setempat bisa di jual di sini.
"Di sini itu masih banyak yang bikin olahan singkong. Biasanya ditemui di pasar-pasar," katanya.
Taman Edukasi Maguwoharjo ini juga akan diintegrasikan dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh BUMKal. Dengan pembuatan greenhouse untuk penanaman melon. Ke depan juga diharapkan juga ada usaha peternakan.
"Jalannya nanti bisa pakai kereta kelinci. Jadi saling terhubung. Ke utara nanti juga ada tempat pemancingan. Lengkap," katanya.
Integrasi berbagai potensi kalurahan dengan RTH ini diharapkan bisa memberi ruang seluas-luasnya bagi kegiatan masyarakat. Termasuk gelaran acara resmi, seperti perlombaan burung berkicau.
Heri meyakini semua ini butuh waktu dan biaya. Meski demikian, bukan tidak mungkin untuk dilakukan. "Ini karena tanah kami masih ada. Untuk memenuhi kuota pertanian juga masih mampu dan muat," ucapnya.
Baginya ini adalah terobosan strategis Kalurahan Maguwoharjo. Di tengah upaya layanan untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya di bidang administrasi. (del/pra)
Editor : Heru Pratomo