SLEMAN - Masjid Waringinsari di Condongcatur, Depok, Sleman akan direnovasi dan diperluas. Menariknya, dana yang digunakan turut diambil dari penjualan rongsok, khususnya sampah plastik.
Selain itu, pengelolaan barang pakai yang sudah tidak digunakan. Ini dilakukan dengan cara menjual dan membeli perabotan dari masyarakat sekitar masjid. Seluruh kegiatan ini dikemas dengan nama Sampahku Dinding Masjidku.
Baca Juga: Harapan Besar Suporter untuk PSS Sleman di Tahun 2026, Naik Lagi ke Liga 1
Ketua Takmir Masjid Waringinsari Amin Suyono menjelaskan, program tersebut sudah berjalan sejak Agustus 2025. Hingga kini, dana yang terkumpul telah mencapai Rp 11 juta. Program ini dibuat untuk memberi kesempatan masyarakat yang ingin ikut serta dalam pembangunan masjid. Namun, keuangannya terbatas. Jadi, bisa ikut menyumbang tenaga untuk memilah maupun barang yang sudah tidak berguna.
"Total kebutuhan Rp1,6 miliar. Sudah ada berbagai donatur, tapi kebutuhan masih belum terpenuhi," sebutnya ditemui di sela-sela kegiatan peletakan batu pertama Minggu (4/1).
Baca Juga: Wamenag RI Meresmikan Ruang Kelas MAN 2 Kulon Progo Hasil PHTC
Amin menjelaskan, kegiatan renovasi ini memang sangat dibutuhkan untuk menambah kapasitas jemaah. Dari sebelumnya 200 orang menjadi 500 orang. Selama ini saat salat Jumat ataupun salat tarawih, jemaah membludak hingga ke jalan-jalan. Harapannya dengan renovasi ini kegiatan beribadah dapat lebih nyaman.
"Renovasi dilakukan bagian depan masjid dan dibuat dua tingkat. Untuk bangunan utamanya masih tetap. Ini kami lakukan secara bertahap," katanya.
Sementara itu, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji menjelaskan, pembangunan ini begitu didambakan masyarakat. Harapannya bisa membuat masjid semakin makmur dan memberi banyak manfaat. Ditargetkan pembangunan bisa selesai secepatnya.
Baca Juga: Toko Modern Dilarang Sediakan Kantong Belanja Plastik, Masyarakat di Kulon Progo Bingung, Sampai Ada Yang Menolak
"Apalagi ini menyongsong Ramadan agar tambah semangat menggapai jalan ilahi," katanya.
Bupati Sleman Harda Kiswaya yang turut hadir, mengapresiasi pembiayaan renovasi masjid dari pengelolaan bank sampah. Baginya ini adalah sebuah kejutan karena jemaah ikut membantu pemerintah untuk mengelola sampah. Hasilnya juga digunakan untuk masjid sehingga bisa jadi amal jariyah bagi para pengurusnya.
"Ini super sekali. Seperti ini yang dikehendaki oleh agama bahwa harus selalu bermanfaat bagi masyarakat luas," katanya.
Baca Juga: Franco Ramos Nikmati Semua Pengalaman Bersama PSIM Jogja di Super League; dari Stadion Penuh hingga tanpa Penonton
Harda menyebut, renovasi Masjid Waringinsari adalah inisiatif yang bisa dicontoh. Apalagi mengingat biaya dari pemerintah yang terbatas. Dengan adanya inovasi semacam ini, dia nilai dapat membantu kerja-kerja pemerintah. Khususnya dalam menyediakan tempat ibadah.
"Masjid itu bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga tempat untuk berkegiatan masyarakat," pesannya. (del/eno)