SLEMAN - Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) telah melakukan pencarian tiga pendaki ilegal di Gunung Merapi jalur Kalitalang, Klaten sejak Sabtu hingga Rabu (20-24/12).
Dua orang berhasil dievakuasi pada hari Minggu (21/12) dan Senin (22/12) dengan kerja sama lebih dari 15 instansi.
Kepala Balai TNGM Gunung Merapi Muhammad Wahyudi menjelaskan, Pendaki terakhir ini ditemukan pada pukul 14.20 di Pronojiwan, Sapuangin dengan kondisi meninggal dunia.
Korban berinisial A (22) warga Yogyakarta. Wahyudi menegaskan, jenazah telah memperoleh penanganan lanjutan. Dia juga mengimbau agar ke depannya tidak kagi pendaki ilegal di kawasan TNGM.
"Kami mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya," katanya lewat keterangan resmi, Rabu (24/12).
Ketiganya mendaki pada Sabtu (20/12) melalui Kalitalang, Klaten. Setelah berhasil mencapai Pasar Bubrah, mereka turun melalui jalur yang sama. Satu pendaki mengalami sakit kaki dan meminta dua rekannya melanjutkan perjalanan untuk mencari bantuan.
Dua pendaki akhirnya turun, tetapi karena sudah malam dan vegetasi rapat, mereka bertahan di jalur pendakian Sapuangin.
Minggu pagi mereka melanjutkan perjalanan, tetapi salah satunya terperosok. Sementara temannya yang berada di atas lereng diminta melanjutkan perjalanan.
"Pendaki ilegal yang terperosok dan mencari jalan keluar ini akhirnya bertemu dengan warga Sapuangin dan memperoleh pertolongan," katanya.
Hingga akhirnya ditemukan satu lagi pendaki ilega yang awalnya ditinggal karena mengalami sakit kaki. Dia ditemukan di jalur pendakian Sapuangin. (del)
Editor : Heru Pratomo