Yogyakarta, 28 November 2025 – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas signifikan pada periode pengamatan 27 November 2025. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadinya awan panas guguran (APG) sejauh 1.500 meter ke arah barat daya, serta dua kali guguran lava ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum sama, yakni 1.500 meter.
Kondisi Meteorologi
Cuaca di sekitar Merapi terpantau mendung hingga berawan dengan suhu udara berkisar 16,5–21 °C, kelembaban 94,6–100%, dan angin bertiup tenang ke arah timur.
Aktivitas Kegempaan
- Awan Panas Guguran: 1 kali, amplitudo 51 mm, durasi 126,44 detik
- Guguran: 107 kali, amplitudo 2–22 mm, durasi 31,98–196,58 detik
- Hybrid/Fase Banyak: 67 kali, amplitudo 2–31 mm
- Vulkanik Dangkal: 1 kali, amplitudo 63 mm
- Tektonik Jauh: 4 kali, amplitudo 2–15 mm
Tingkat Aktivitas
Gunung Merapi saat ini berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran di wilayah potensi bahaya.
Rekomendasi BPPTKG
1. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya (Sungai Boyong hingga 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng hingga 7 km).
2. Sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.
3. Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
4. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai lahar hujan dan abu vulkanik.
5. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, status Merapi akan segera ditinjau kembali.
Sumber
Data resmi dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG melalui laman MAGMA Indonesia. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin