Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Putra Sri Purnomo, Raudi Akmal Tidak Lagi Pimpin PAN Slema, Ini Sosok Penggantinya

Delima Purnamasari • Minggu, 9 November 2025 | 18:27 WIB

Raudi Akmal.
Raudi Akmal.
SLEMAN - Raden Inoki Azmi Purnomo terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sleman periode 2025-2030 lewat Musyawarah Daerah (Musda) pada Sabtu (8/11) lalu. Anggota DPRD DIJ tersebut menggantikan putra mantan bupati Sleman Sri Purnomo dan Kustini Sri Purnomo, Raudi Akmal.

Inoki menyebut, pemilihan ini didasarkan pada nama-nama yang terdaftar dalam formatur dan dipilih langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Inoki sendiri terpilih menjadi ketua formatur bersama empat orang lainnya, yakni Respati Agus Sasangka sebagai sekretaris, serta Raudi Akmal, Abdul Kadir, dan Triyana sebagai anggota.

"Jadi pemilihan diputuskan oleh DPP, bukan berdasarkan pilihan dari peserta Musda. Mekanismenya memang begitu," terangnya dihubungi lewat sambungan telepon, Minggu (9/10).

Disinggung soal apakah tidak terpilihnya kembali Raudi karena kasus korupsi dana hibah pariwisata yang sudah menetapkan ayahnya jadi tersangka, Inoki hanya tertawa.

Dia hanya menegaskan kembali bahwa ini keputusan DPP dan dia tidak mengetahui alasannya. Secara normatif, Inoki hanya mengatakan regenerasi dan pergantian kepengurusan di PAN adalah hal yang biasa.

"Secara aturan organisasi AD ART lima tahunan. Bahwa siapa yang bekerja akan menjabat sesuai aturan organisasi, kalau tidak bisa bekerja sewaktu-waktu bisa diganti," tambahnya.

Jika ditinjau perjalanannya, DPD PAN Sleman memang memiliki kedekatan dengan keluarga Sri Purnomo.

Setidaknya bisa dilihat dari gelaran tiga Pilkada ke belakang. Pada Pilkada 2024 lalu, PAN jadi satu-satunya partai parlemen yang mendukung pasangan Kustini Sri Purnomo-Sukamto.

Begitu pula saat Pilkada 2020 turut mengusung Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa. Termasuk pada 2015 PAN ikut mengusung Sri Purnomo-Sri Muslimatun.

Menanggapi hal ini, Inoki hanya kembali tertawa sembari menganggap pertanyaan ini sebagai upaya "mancing-mancing".

Inoki menegaskan bahwa gelaran Pilkada sudah selsai. Semua elemen masyarakat Sleman termasuk PAN sendiri sudah semestinya mendukung kepemimpinan Harda Kiswaya-Danang Maharsa.

"Selama kepemimpinannya dengan tujuan kemakmuran dan kebaikan masyarakat Sleman," tambah mantan Sekretaris DPD PAN Sleman ini.

Disinggung soal jabatan Raudi Akmal di DPD PAN Sleman, Inoki mengaku belum tau dan harus dikonsultasikan dengan DPP sendiri.

Hanya saja dia menyebut Raudi memang masih kader PAN mengingat dia masih masuk dalam Fraksi PAN di DPRD Sleman.

Dalam kesempatan ini, Inoki juga menegaskan bahwa targetnya adalah bisa menaikan perolehan kursi anggota dewan bagi PAN.

Dari saat ini enam kursi, setidaknya menjadi delapan kursi. Strateginya adalah menguatkan para kader dan relawan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"PAN periode yang baru pimpinan saya ini akan bersinergi dengan Pemkab Sleman untuk kemajuan masyarakat," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DIJ Agung Setyawan.

Pemilihan Inoki merupakan hasil penjaringan dan ditetapkan berdasar skoring oleh DPP. Disinggung soal korupsi dana hibah, dia mengaku tidak mengerti persoalan ini.

"Jadi DPW melakukan sesuai mekanisme. Harapannya dapat menyatukan seluruh potensi yang ada di Sleman," terang Bupati Kulon Progo ini.

Radar Jogja mencoba meminta tanggapan pada Raudi Akmal. Hanya saja sampai berita ini diunggah, nomor yang dihubungi masih belum aktif. (del)

Editor : Bahana.
#Sleman #DPD PAN #sri purnomo #raudi akmal