SLEMAN - Hujan abu ringan melanda wilayah Kapanewon Turi, Kamis (2/10/2025) pagi. Meski demikian, peristiwa ini sama sekali tidak mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Kepala SMP Negeri 3 Turi Widayati menjelaskan, hujan abu mulai turun sekitar pukul 07.00 WIB dan berlangsung kurang lebih satu jam.
“Hujan abu sampai ke SMP Negeri 3 Turi, tapi tidak mengganggu pembelajaran,” katanya melalui pesan singkat.
Dia menyebut, aktivitas sekolah tetap berjalan normal tanpa adanya penundaan jam masuk akibat hujan abu ini.
Pihaknya juga belum membagikan masker kepada siswa lantaran intensitas abu sangat tipis.
“Kalau tidak diperhatikan dengan seksama, abu tidak tampak. Kami masih melihat perkembangan situasi,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah mengimbau siswa, khususnya yang tinggal dekat Gunung Merapi, untuk menyediakan masker di rumah.
“Nanti wakil kepala kesiswaan akan menyampaikan imbauan kepada para siswa untuk sedia masker di rumah,” tambahnya.
Hal tersebut sebagai langkah antisipasi jika terjadi erupsi maupun hujan abu yang intensitasnya cukup tinggi. "Semoga keadaan aman dan terkendali," tambahnya.
Baca Juga: Ini Dia Jadwal KRL Rute Jogja – Solo 2-10 Oktober 2025
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro turut membenarkan peristiwa ini.
Untuk upaya mitigasi dan antisipasi debu abu vulkanik juga dibagikan masker. "Turgo hujan abu tipis semoga mandali," terangnya.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso menyampaikan, pada hari ini Gunung Merapi pukul 5.29 WIB terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah Kali Boyong.
Catatan seismik menunjukkan amplitudo sebesar 59 milimeter dengan durasi selama 225 detik.
"Saat ini tingkat aktivitas Merapi masih pada level siaga. Masyarakat untuk tetap tenang dan dapat beraktivitas seperti biasa di luar daerah bahaya yang telah ditetapkan," jelasnya melalui keterangan video.
Agus menyebut, daerah bahaya adalah radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.
Kemudian sepanjang 7 kilometer di alur Sungai Krasak dan sepanjang 5 km di alur Sungai Boyong dan Gendol.
"Kami akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi secara ketat," tegasnya.
Informasi mengenai aktivitas Gunung Merapi sendiri bisa diakses masyarakat secara terbuka lewat aplikasi Magma Indonesia. Dapat juga dilihat lewat kanal media sosial Badan Geologi. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita