Fenomena cuaca ini turut menyebabkan atap garasi mobil warga berlubang.
Hal tersebut diakui oleh warga Baturan Kidul, Trihanggo, Kapanewon Gamping Din Miftahudin. Atap garasi mobilnya yang terbuat dari plastik mengalami beberapa lubang.
Ukuran lubang sendiri sekitar 1 cm. Hal ini mengingat ukuran es yang jatuh juga tidak terlampau besar.
"Tadi sekitar 15 menit saja. Sekarang sudah reda dan hujan biasa," katanya.
Dia menyebut tidak ada dampak lain. Hanya saja ada beberapa bagian rumah yang bocor. Hal ini lantaran diawali hujan angin dari beberapa arah.
"Dari warga satu RT juga ada yang gentingnya rontok," katanya.
Seperti diketahui hujan es ini dapat melanda daerah- daerah yang dilalui garis ekuator atau khatulistiwa, berarti memiliki iklim tropis.
Salah satunya adalah Indonesia. Hujan es ini bukanlah fenomena yang aneh dan langka di Indonesia.
Beberapa hujan es telah terjadi di wilayah Indonesia, seperti Bandung, Banjarnegara, Medan, Madiun, Sumatera Barat, serta daerah daerah lainnya.
Hujan es ini dapat terjadi Indonesia karena beberapa sebab, sebabnya karena adanya faktor- faktor yang mendukung terjadinya hujan es tersebut ada di wilayah Indonesia.
Dilansir dari situs BMKG, fenomena hujan es merupakan salah satu fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam skala lokal dan ditandai dengan adanya jatuhan butiran es yang jatuh dari awan serta dapat terjadi dalam periode beberapa menit.
Fenomena hujan es dapat terjadi karena dipicu oleh adanya pola konvektifitas di atmosfer dalam skala lokal-regional yang signifikan.
Hujan es dapat terbentuk dari sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang umumnya memiliki dimensi menjulang tinggi yang menandakan bahwa adanya kondisi labilitas udara signifikan dalam sistem awan tersebut sehingga dapat membentuk butiran es di awan dengan ukuran yang cukup besar.
Besarnya dimensi butiran es dan kuatnya aliran udara turun dalam sistem awan CB atau yang dikenal dengan istilah downdraft dapat menyebabkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar yang terbentuk dipuncak awan Cb tersebut turun ke dasar awan hingga keluar dari awan dan menjadi fenomena hujan es.
Kecepatan downdraft dari awan Cb yang signifikan dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara, dan bahkan ketika sampai jatuh ke permukaan bumi pun masih dalam berbentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es.(del)
Editor : Bahana.