SLEMAN - Makam Kyai Kromo Ijoyo atau yang kerap disebut sebagai Situs Mbah Celeng akhirnya bisa dilakukan pemindahan. Hal ini dilakukan setelah prosesi yang dipimpin langsung oleh putri sulung Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10, GKR Mangkubumi, Rabu (15/1).
Prosesi sendiri dimulai dengan meletakan dua pohon pule yang dibawa oleh rombongan GKR Mangkubumi di lokasi makam lama. Diletakkan pula dua sisir pisang dan berbagai bunga setaman. Selanjutnya, Ketua Kadin DIJ beserta perwakilan tol dan kalurahan melakukan doa bersama. Selama prosesi di makam lama ini tidak diperkenankan melakukan dokumentasi.
Prosesi dilanjutkan dengan sambutan dan doa. Lalu dua pohon pule dan sebagian bunga setaman tadi dibawa ke lokasi makam baru dengan iring-iringan bregada. Saat sampai di lokasi makam baru, dua pohon tadi ditanam. Sebelumnya, turut ditaruh bunga dan disiramkan air yang telah dibawa oleh rombongan.
Istri KPH Wironegoro itu menyebut, seluruh prosesi ini merupakan upaya untuk meminta restu. Dia menyebut proses pemindahan makam adalah hal yang sensitif lantaran menyangkut banyak keluarga beserta keturunannya. "Pohon pule di makam lama akan dipotong jadi kami cari penggantinya. Nanti yang dimakamkan ada dua orang jadi pohonnya dua," jelasnya.
Puteri HB Ka 10 yang lahir dengan nama Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurmalitasari itu turut berpesan agar pemindahan ini dilakukan sebaik-baiknya. Selain itu, tetap menghargai kawasan heritage di Jogja.
Makam Mbah Celeng sendiri seluruhnya terdampak pembangunan jalan Tol Jogja-Solo paket 2.2. Untuk proses pemindahan sendiri dilakukan Kamis (16/1) dan hanya memerlukan waktu satu hari.
Direktur Teknik PT. Jasamarga Jogja Solo Pristi Wahyono menjelaskan, makam nantinya akan dipindahkan dahulu. Baru selanjutnya dilakukan pemotongan pohon sekitarnya. "Prosesi tadi adalah sebuah kearifan lokal dan kami menghargai kegiatan semacam ini," jelasnya.
Pristi menyebut sebenarnya banyak makam yang terkena proyek tol. Namun, umumnya adalah makam biasa sehingga tidak perlu menggunakan prosesi semacam ini. (del/pra)
Editor : Heru Pratomo