Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Progres Tol Jogja-Solo-YIA Paket 2.2 Capai 46 Persen, Masih Ada Lahan yang Belum Dibebaskan

Delima Purnamasari • Kamis, 26 Desember 2024 | 04:05 WIB

 

TERLENDALA: Warga melintas diantara pengerjaan jalan tol jogja-solo di kawasan Tirtomartani, Kalasan, Sleman (14/8).
TERLENDALA: Warga melintas diantara pengerjaan jalan tol jogja-solo di kawasan Tirtomartani, Kalasan, Sleman (14/8).

 

SLEMAN - Pembangunan Tol Jogja-Solo-YIA Paket 2.2 telah mencapai 46 persen. Hanya saja, masih ada lahan yang belum dibebaskan.  

Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIY PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Murhandjanto menuturkan, kebutuhan lahan sendiri ada 654 bidang seluas 28,65 hektare. Namun, masih ada 41 bidang seluas 4,65 hektare atau sekitar 16 persen yang belum bebas. 

 Baca Juga: Prediksi Nottingham Forest vs Tottenham Hotspur Boxing Day Liga Inggris Kamis 26 Desember Kick Off 22.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Agung mengatakan, lahan berstatus sertifikat hak milik (SHM) sudah dibebaskan semua. Hanya tinggal satu, tetapi tidak diketahui ahli warisnya. Sehingga harus melalui proses konsinyasi. 

"Lahan yang belum bebas lebih ke tanah desa. Ada satu sekolah dan satu masjid juga," ucapnya Rabu (25/12/2024).

Sedangkan untuk proses pembangunan hingga 11 Desember, sudah ada 15 unit box saluran yang dibangun. Begitu pula dengan lima dari total enam unit box underpass

 Baca Juga: Waspada, Marak Pencurian Yang Menyasar Sekolah, Sudah 16 Lembaga di Purworejo Jadi Korban Sasaran Pencurian

Sementara struktur jembatan, pengerjaan 234 bored pile telah selesai. Sehingga masih ada 39 bored pile yang perlu diselesaikan. Sementara pilecap, dari 14 masih ada dua yang belum selesai. 

"Proses bisa lebih banyak lagi, tapi kami menunggu pembebasan lahan. Kami tidak bisa menyentuh lahan yang belum dibebaskan," jelasnya. 

 Baca Juga: PLN Jamin Listrik Andal, Siagakan Tujuh Posko, Polres Kebumen Menggelar Patroli Skala Besar di Gereja-Gereja

Di sisi lain, agung juga menyoroti intensitas hujan yang tinggi. Dia menilai kondisi ini mengurangi kecepatan pembangunan, khususnya saat melakukan pengeboran. 

 

"Pengeboran dengan kedalaman 40 meter sudah menimbulkan lumpur. Adanya hujan jadi semakin banyak lagi. Kami harus hati-hati," ucapnya. 

 

Dia turut mengatakan, pembangunan ini akan terus berjalan meski masa Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Namun, untuk lalu lalang kendaraan berat akan dibatasi pada pukul 23.00-04.00 agar tidak mengganggu arus lalu lintas. 

"Bagi kendaraan pribadi atau bukan niaga harapannya bisa mencari jalur alternatif untuk menghindari simpang empat Kronggrahan. Jadi, tidak terjebak kemacetan," kata Agung. 

 Baca Juga: Laka Lantas di Purworejo Didominasi Remaja, Secara Kuantitas maupun Jumlah Korban Jiwa Menurun Dibanding Tahun Lalu

Salah satu warga Sleman Ikra Widya menuturkan, seluruh proses pembangunan tol ini memang harus memperhatikan para pengguna jalan. Terutama terkait penerapan rekayasa lalu lintas. 

"Harapannya tol bisa berdampak untuk masyarakat, khususnya warga Sleman sendiri," ucapnya. (del/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#hektare #bidang #tanah desa #shm #konsinyasi #Sleman #pt adhi karya (persero) tbk #dibebaskan #tol Jogja-Solo-YIA #kronggahan #lahan #rekayasa lalu lintas #bored pile #pengeboran #sertifikat hak milik #box #Sekolah #masjid #underpass #lumpur #natal 2024 dan tahun baru 2025 #pembangunan #saluran