"Kami adakan di tanggal 16 ini karena besuk menggelar upacara resmi," tutur Lurah Glagaharjo, Suroto.
Menurutnya, kegiatan ini sudah rutin dilakukan.
"Ini sudah keenam atau tujuh kali. Ukuran bendera juga sama seperti tahun sebelumnya," tambah Suroto.
Bendera raksasa ini juga ditemani oleh bendera lain yang berukuran kecil sebanyak 79 buah.
Jumlah ini disesuaikan dengan usia kemerdekaan bangsa Indonesia.
Menurut Suroto, kegiatan ini turut mengundang 300 peserta.
Terdiri dari tokoh masyarakat hingga pemuda.
"Masyarakat umum juga bebas mengikuti upacara ini. Dari tahun ke tahun antusiasnya makin meningkat," terangnya.
Dia menuturkan, Bukit Klangon dipilih bukan hanya soal keindahannya yang bisa melihat Merapi dari jarak 3 kilometer.
Namun, juga sarat akan sejarah perjuangan.
"Dulu ada pertempuran para pejuang di sini sampai titik darah penghabisan. Jadi kami menghormati jasa mereka," tambahnya.
Sementara itu, Inspektur Upacara Suparno menuturkan, persiapan pengibaran ini dilakukan selama satu minggu.
"Bendera merah putih adalah lambang negara yang harus dihormati. Jadi, kami tidak main-main," tutur Komandan Rayon Militer 01 Cangkringan tersebut.
Menurut Suparno, pengibaran bendera raksasa ini adalah pengingat bagi generasi muda akan sejarah bangsa. Oleh sebab itu, dia berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan.
"Meski terpencil, Klangon ini ramai sebagai tempat rekreasi. Jadi bisa mengingatkan banyak orang," tandasnya.
Editor : Bahana.