RADAR JOGJA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman mengadakan Festival Upacara Adat melibatkan 17 kapanewon di Lapangan Kapanewon Cangkringan.
Kegiatan ini berlangsung sejak 19-20 Juni yang menampilkan berbagai upacara adat dalam bentuk arak-arakan di panggung.
"Setiap kapanewon punya upacara adat yang hampir selalu dilaksanakan setiap tahun dengan ciri khas masing-masing," ucap Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam sambutannya Rabu (19/6).
Danang menjelaskan, Festival Upacara Adat ini merupakan bagian dari usaha bersama untuk melindungi, memelihara, dan mengenalkan upacara adat. "Upacara adat ini dikemas dalam sebuah festival agar bisa dinikmati seluruh masyarakat Sleman," sebutnya.
Acara ini turut menjadi media edukasi budaya pada anak muda di Sleman di tengah gencarnya globalisasi. Menurutnya, masyarakat sudah hampir meninggalkan budayanya sendiri. "Budaya asing dipilih karena informasi yang masif sehingga membuatnya lebih tren," ujar Danang.
Dia berharap, acara ini bisa jadi penyemangat untuk melestarikan budaya di Kabupaten Sleman yang sarat makna. Terlebih, cerita di dalamnya banyak diambil dari kehidupan sehari-hari.
Pengunjung dari Kapanewon Kalasan Sri Sunarti mengaku, sengaja menyempatkan diri untuk menonton festival ini. "Di dusun (dari Kalasan, Red) ada acara sejenis, seperti merti desa," katanya.
Sunarti turut berharap budaya semacam ini bisa terus dilestarikan. Sebab momen ini membuatnya seperti kembali ke masa lalu. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika