Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Camping Mahasiswa UGM di Depan Balairung Berlanjut, Belum Ada Jajaran Rektorat yang Datang

Sevtia Eka Nova • Kamis, 30 Mei 2024 | 03:05 WIB

 

BENTUK PROTES: Mahasiswa UGM mendirikan tenda di depan Balairung UGM Rabu (29/5). Aksi berkemah ini telah dilakukan sejak Senin (27/5) sebagai bentuk protes mahasiswa kepada jajaran rektorat.
BENTUK PROTES: Mahasiswa UGM mendirikan tenda di depan Balairung UGM Rabu (29/5). Aksi berkemah ini telah dilakukan sejak Senin (27/5) sebagai bentuk protes mahasiswa kepada jajaran rektorat.

 

RADAR JOGJA – Aksi mendirikan tenda oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di depan Balairung sejak Senin (27/5) masih berlanjut. Camping di kampus ini merupakan bentuk protes mereka terhadap jajaran rektor UGM.

Mahasiswa dari Jurusan Hubungan Internasional (HI) angkatan 2021 Hercules mengatakan, camping direncanakan selama satu pekan. Akan diperpanjang jika rektorat tak kunjung memberikan tanggapan.


Dalam hal ini, mahasiswa yang turun aksi menuntut iuran pengembangan institusi (IPI) atau uang pangkal dihapus. Menurutnya, beban uang pangkal yang diberikan UGM tidak berlaku pada angkatan sebelumnya. “Itu jadi salah satu alasan banyak mahasiswa mau ke UGM, karena sesuai namanya kampus kerakyatan," serunya Rabu (29/5).

Kemudian agar kampus mengembalikan golongan UKT dari 5 menjadi 8 golongan. “Jika tidak ada tanggapan dari pihak rektorat, kami siap melakukan audiensi atau movement lebih lanjut," katanya.

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

Dia menegeaskan, aksi yang digelar tidak saja mewakili satu atau dua jurusan semata. Namun mereka datang dari para mahasiswa yang memang resah dengan kebijakan UGM. "Sejauh ini belum ada audiensi atau kedatangan pihak rektorat ke sini," bebernya.

Perlu diketahui, UGM menerapkan IPI bagi calon mahasiswa baru yang masuk melalui jalur Seleksi Mandiri 2024 dan masuk dalam kategori UKT Pendidikan Unggul. 

IPI tidak dibebankan pada mahasiswa baru yang masuk melalui Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri yang masuk dalam kategori UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi. 

IPI tersebut dibayarkan satu kali sepanjang masa perkuliahan dengan besaran Rp 20 juta untuk kelompok bidang ilmu Sosial dan Humaniora. Sedangkan Rp 30 juta untuk kelompok bidang ilmu Sains, Teknologi, dan Kesehatan.

Terpisah, sekretaris UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa menuturkan, besaran nilai UKT UGM akan kembali mengacu pada aturan lama. "Batas akhir pengusulan kembali hingga 5 Juni, kita dalam proses penggodokan melibatkan Dekan dan perwakilan mahasiswa," bebernya.

Penerapan UKT dan IPI di UGM, lanjutnya, penetapannya mengacu pada Indeks Kemampuan Ekonomi (IKE). Meliputi penghasilan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, SPT tahunan, dan daya listrik. 

Berdasarkan profil penghasilan dan pengeluaran orang tua calon mahasiswa baru ini pula, UGM juga memberikan kemudahan proses pembayaran IPI dan memberikan UKT pendidikan unggul bersubsidi dari 25-100 persen. "UGM mempertahankan UKT subsidi 100 persen sebagai bentuk inklusivitas, mahasiswa dari keluarga keterbatasan ekonomi masih bisa tetap kuliah," ungkapnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#Mahasiswa #berkemah #SNBP #Camping Mahasiswa UGM #ukt #Rektor UGM #IPI #Balairung UGM #Jurusan Hubungan Internasional #SNBT