Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 15 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.800 Meter

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 23 Mei 2024 | 12:27 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Teramati 15 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1800 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Rabu 22 Mei 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Baca Juga: WALHI dan LBH Buka Pos Pengaduan Sampah, Kritisi Pemerintah karena Belum Maksimal Lakukan Pengelolaan

Gunung Merapi terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten.

Cuaca di Gunung Merapi berawan, cerah, mendung, dan hujan. 

Angin bertiup lemah, dan sedang ke arah timur, dan barat. 

Suhu udara 17.3-26 °C, kelembaban udara 40-99 %, dan tekanan udara 871.1-919.8 mmHg. Volume curah hujan 2 mm per hari. 

Baca Juga: Dishub Kulon Progo sudah Lapor Polisi, Pencuri Mengaku Petugas saat Ambil Komponen LPJU Sel Surya

Gunung Merapi terlihat jelas.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50-75 meter di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, dan tektonik jauh.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga). 

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

Baca Juga: Ditugasi Kawal Pilkada dan Desentralisasi Sampah, Sugeng Purwanto sebagai Pj Wali Kota Jogja dan Srie Nurkyatsiwi sebagai Pj Bupati Kulon Progo

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Harga Tanah di Kapanewon Banguntapan, Sewon, dan Kasihan Sentuh Rp 6 Juta per Meter, Tiap Tahun Alami Kenaikan

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: Info Pemadaman Listrik DIY Kamis 23 Mei 2024, Berikut Sejumlah Titik Lokasinya

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#awan panas dan guguran (apg) #Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #lava pijar